Kepala Bakom Buka LMS 2026, Suwarjono Dorong Media Lokal Cari Model Bisnis Baru

22 Oktober 2026 22:25 22 Okt 2026 22:25

Surya Irawan, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kepala Bakom Buka LMS 2026, Suwarjono Dorong Media Lokal Cari Model Bisnis Baru

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan saat membuka Local Media Summit (LMS) 2026 di Hotel Manhattan Hotel, Jakarta, pada Kamis 22 Pebruari 2026. (Foto: Surya Irawan/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan membuka secara resmi membuka Local Media Summit (LMS) 2026 yang berlangsung di Hotel Manhattan Hotel, Jakarta, pada Kamis 22 Pebruari 2026.

Forum yang mempertemukan ratusan pengelola media lokal yang diinisiasi Suara.com dan International Media Support (IMS) tersebut, membahas tantangan industri pers di tengah perubahan perilaku audiens dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Syahganda menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IMS 2026 sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan media lolal sebegai pilar penting dalam informasi.

Sebab di era AI, media lokal atau daerah dituntut untuk berkembang dan beradaptai,  sehingga IMS 2026 menjadi sangat krusial sebagai kumpul komunitas ini.

Disamping itu,  kata Syahganda, media lokal memiliki keunggulan pemahaman isu kedaerahan yang jauh lebih mendalam.

"Ini acara bagus sekali, karena dia akan mendevelop teman-teman media lokal itu untuk tumbuh menjadi pemilik negeri ini. Karena dia yang paling ngerti hal-hal yang ada di daerah tentunya," ujar Syahganda.

Ia juga menyoroti pentingnya keterhubungan jejaring media lokal dengan panggung nasional dan global.

"Dan dia akhirnya terconnecting kan? Connected dengan Jakarta dan internasional. Luar biasa acara ini," tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem media daerah, Syahganda membawa kabar baik terkait kebijakan strategis pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Tito Karnavian, untuk merencanakan pengembangan peran hubungan masyarakat (humas) dan Kominfo di berbagai daerah.

Ke depannya, urusan ini didorong agar masuk ke dalam urutan wajib undang-undang pemerintahan daerah. Selain penguatan regulasi, pemerintah menyiapkan peningkatan dukungan finansial.

"Dan kedua akan ditingkatkan anggarannya dari 0,66 menjadi 2 persen. Nah harapan kita kalau itu bisa cepat dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri, teman-teman media lokal mempunyai satu support yang besar untuk tumbuh lagi berkembang besar," jelas Syahganda.

Sedangkan Pemimpin Redaksi Suara.com  Suwatjono menilai media lokal harus segera bertransformasi menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

“Pengelola media lokal kini dituntut segera melakukan transformasi model bisnis. Hal itu seiring kian minimnya alokasi anggaran publikasi dari pemerintah daerah,” kata Suwarjono.

Menurutnya, media lokal saat ini tdak hanya berpacu dengan kecepatan informasi di platform digital atau sosial media, tetapi juga berpacu dengan kemajuan kecerdasan buatan.

“Saat ini terjadi perubahan perilaku audiens, teknologi, produksi konten, hingga model bisnis menjadi tantangan utama industri media. Pola pergeseran yang sangat cepat ini kerap menciptakan gap yang cukup lebar antara pengelola media di ibu kota dengan media di daerah.,” ujarnya.

Suwarjono menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi pengetahuan antarpengelola media di era kecerdasan buatan.

Sehingga kaborasi dinilai dapat membantu media lokal memahami perkembangan teknologi sekaligus menemukan strategi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia 2014-2017 ini mendorong media lokal tidak hanya bergantung pada model bisnis iklan konvensional.

Media daerah didorong mengembangkan sumber pendapatan alternatif, membangun komunitas, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

Melalui forum tersebut, media lokal diharapkan mampu membangun ekosistem yang lebih kuat dengan melibatkan media, kreator konten, komunitas, UMKM, hingga berbagai pemangku kepentingan.

Langkah itu diharapkan membuat media daerah tetap relevan dan mampu menghadapi disrupsi AI

“Dengan adanya jejaring yang solid di dalam Local Media Community diharapkan mampu merumuskan langkah taktis dan kolaboratif agar media lokal tidak tertinggal oleh gempuran AI, melainkan bisa memanfaatkannya untuk memperkuat keberlanjutan bisnis dan kualitas jurnalisme ke depan,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Lms 2026 Bakom Ri Syahganda Nainggolan Media Lokal Kecerdasan Buatan local media summit Berita Jakarta info jakarta