Ada 25 Kasus Positif Kanker Serviks di Kota Malang, Dinkes Buka Layanan Terapi di 3 Puskesmas

20 Mei 2026 19:18 20 Mei 2026 19:18

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ada 25 Kasus Positif Kanker Serviks di Kota Malang, Dinkes Buka Layanan Terapi di 3 Puskesmas

Ilustrasi kanker serviks. (Foto: atlascompany/Magnific)

KETIK, MALANG – Sebanyak 25 perempuan di Kota Malang terdeteksi positif kanker serviks. Hal tersebut diketahui usai pelaksanaan deteksi dini kanker serviks di 16 puskesmas se-Kota Malang per April 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan, pemeriksaan tes Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) telah dilakukan secara masif untuk mencegah lonjakan kasus kanker serviks.

"Sudah kami lakukan di 16 puskesmas, yang terskrining 563 orang, kemudian hasil IVA yang positif itu 25 atau 4,4 persen. Sedangkan yang tidak dilakukan IVA itu 14 atau 2,5 persen," ujarnya, Rabu 20 Mei 2026.

Sebanyak 25 perempuan yang positif tersebut diketahui masih berada di stadium awal atau grade 1. Oleh karena itu, mereka dirujuk untuk menjalani terapi krioterapi (cryo) di tiga puskesmas di Kota Malang, yakni Puskesmas Ciptomulyo, Puskesmas Kedungkandang, dan Puskesmas Cisadea.

Sementara itu, 14 perempuan yang tidak dilakukan tes IVA dinilai belum memenuhi persyaratan medis saat pemeriksaan. Salah satu penyebabnya karena melakukan hubungan suami istri pada malam sebelum pemeriksaan.

"Untuk 25 kasus yang positif itu dilakukan terapi cryo di 3 puskesmas karena mereka baru di grade 1. Kau sudah grade 2 atau 3 kami rujuk ke rumah sakit," jelasnya. 

Terapi cryo sendiri dilakukan terhadap pasien dengan hasil pemeriksaan IVA yang menunjukkan bintik putih pada area leher rahim setelah diolesi asam asetat. Bercak putih tersebut mengindikasikan adanya lesi serviks, di mana tingkat keparahannya (grade) disesuaikan dengan ukuran lesi.

"Lesi yang besar atau kecil itu menentukan gradenya. Mereka ini lesinya kecil sehingga grade 1. Bentuknya putih karena diberikan asam asetat. Leher rahim dioles itu kemudian kalau muncul bintik putih, persis ketika kulit terkena api (luka bakar). Itu yang di-cryo," kata Husnul. 

Cryo dilakukan dengan membuka area leher rahim. Bagian lesi disemprot menggunakan H2O2 bertekanan tinggi agar jaringan abnormal dapat dihancurkan. Setelah itu pasien diminta untuk melakukan pemeriksaan rutin pada 3 minggu pascacryo. 

"Setelah 3 minggu kemudian kontrol lagi untuk menentukan apakah tindakan satu kali itu sudah cukup atau belum," katanya. 

Di sisi lain, terdapat 113 atau 20,1 persen hasil pemeriksaan pasien yang belum keluar per 22 April 2026. Kendati demikian, antusiasme masyarakat yang mendaftarkan diri untuk deteksi dini kanker serviks terus mengalami peningkatan.

Hingga 19 Mei 2026, tercatat sudah ada 722 perempuan yang melakukan skrining deteksi dini kanker serviks. Dalam setahun, Dinkes Kota Malang menargetkan sebanyak 1.600 perempuan dapat turut serta dalam program preventif ini.

"Kalau per 19 Mei 2026, yang terskrining 722. Untuk hasilnya masih menunggu. Target dalam setahun ada 1.600 peserta," tutupnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

kanker serviks Kota Malang Perempuan Kota Malang Dinkes Kota Malang kanker