KETIK, BANGKALAN – Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ulhaq saat memberikan arahan dan pembinaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis 17 September 2026.
Fajar mengatakan, meningkatnya bantuan rehabilitasi sekolah untuk Bangkalan menunjukkan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang membutuhkan penanganan lebih besar di bidang pendidikan.
“Ya, itu tanda kami di pemerintah pusat memberikan perhatian yang sangat serius untuk daerah-daerah yang memang membutuhkan intervensi yang berlebih dari pemerintah pusat,” kata Fajar.
Menurutnya, bantuan rehabilitasi sekolah diprioritaskan untuk sekolah rusak berat, sekolah di daerah bencana, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
“Memang arahan dari Bapak Presiden Prabowo adalah bantuan-bantuan rehabilitasi itu dialokasikan kepada daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Fajar menegaskan, rehabilitasi sekolah bukan hanya soal memperbaiki bangunan. Perbaikan fisik harus dibarengi peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pembinaan guru dan penguatan peran kepala sekolah.
“Kita ingin mengatasi kesenjangan. Jadi meningkatnya bantuan rehabilitasi untuk Kabupaten Bangkalan merupakan wujud dari komitmen pemerintah pusat dan Bapak Presiden untuk mengatasi ketimpangan pendidikan,” jelasnya.
Pemerintah pusat menargetkan persoalan sekolah rusak dapat ditangani secara bertahap hingga 2029. Besaran bantuan juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
“Ada yang Rp100 juta, Rp200 juta sampai juga di atas Rp1 miliar, tergantung tingkat kerusakan,” ungkap Fajar.
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan, usulan rehabilitasi sekolah di Bangkalan terus bertambah dan kini mendekati 180 lokasi.
“Kami berusaha selalu mengakses anggaran dengan kondisi-kondisi riil yang kita presentasikan di pusat, sehingga alhamdulillah direspons dengan baik. Kami juga terus mendata ulang tingkat kerusakan sekolah agar penanganannya tepat sasaran,” kata Lukman.
Bupati mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya sengketa atau konflik status lahan sekolah. Pemkab Bangkalan berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan anggaran terserap maksimal.
Lukman juga meminta kualitas pembangunan menjadi perhatian. Ia menekankan pentingnya standar material yang wajib dipatuhi dalam pengerjaan rehabilitasi sekolah.
“Saya minta ada standarisasi. Misalkan pintu harus pabrikasi, kemudian bagian plafon dan kusen menggunakan PVC. Itu sudah jadi standar lokal kita yang harus ditaati semua pihak demi menjaga kualitas fisik bangunan,” tegasnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kabupaten Bangkalan, H. Suparman Rosyidi, turut mengapresiasi program rehabilitasi sekolah tersebut.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras Bapak Bupati Lukman Hakim yang berhasil membawa anggaran perbaikan sekolah terbesar se-Jatim ini. Kami berharap proses belajar mengajar di Bangkalan kelak bisa berjalan jauh lebih nyaman, aman, dan kondusif bagi para siswa maupun guru,” ujar Suparman.
Suparman juga mengingatkan seluruh penyedia jasa yang terlibat agar mengutamakan profesionalitas dan mengerjakan proyek sesuai spesifikasi teknis.
“Saya sebagai Ketua Asosiasi Konstruksi mengimbau dan sangat berharap agar dalam pelaksanaan pengerjaan pembangunan nantinya, seluruh pelaksana benar-benar bekerja secara profesional dan sesuai dengan spesifikasi teknis (spek), persis seperti apa yang diharapkan oleh Bapak Bupati demi mewujudkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan tahan lama di Kabupaten Bangkalan,” tegasnya.
Program revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat perbaikan sekolah, tetapi juga memastikan fasilitas pendidikan di Bangkalan memiliki kualitas yang baik dan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar secara aman dan nyaman.(*)
