KETIK, BATU – Postingan yang menyoroti kondisi seekor singa jantan di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2, Kota Batu, viral di media sosial. Sorotan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi tubuh dan pemenuhan kebutuhan pakan singa bernama Untung yang terlihat lebih ramping.
Dokter Hewan Batu Secret Zoo, drh. Prista Dwi Restanti, menjelaskan Untung saat ini berusia 16 tahun dan merupakan singa tertua yang berada di Batu Secret Zoo. Dengan usia tersebut, Untung telah masuk kelompok satwa senior atau geriatri.
Menurut drh Prista, perubahan fisik pada satwa merupakan salah satu hal yang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Salah satunya berupa penurunan massa otot yang membuat tubuh satwa senior tampak lebih ramping dibandingkan individu yang lebih muda.
“Untung saat ini berusia 16 tahun dan merupakan singa tertua di Batu Secret Zoo. Pada usia tersebut, Untung telah memasuki kelompok singa senior atau geriatri. Seiring proses penuaan, satwa dapat mengalami perubahan komposisi tubuh, termasuk berkurangnya massa otot, sehingga tubuh dapat terlihat lebih ramping dibandingkan individu yang lebih muda,” jelasnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ia menambahkan, perubahan komposisi tubuh tersebut juga dapat ditemukan pada satwa geriatri, termasuk kelompok felid atau kucing besar.
Meski demikian, kondisi tubuh yang terlihat ramping tidak langsung dapat disimpulkan sebagai dampak usia. Menurut Prista, evaluasi kesehatan satwa dilakukan dengan melihat kondisi secara menyeluruh.
“Untung merupakan salah satu satwa senior yang kami rawat. Dalam menilai kondisi tubuhnya, kami memperhatikan kondisi massa otot, Body Condition Score (BCS), nafsu makan, aktivitas, perilaku, serta berbagai aspek kesehatan lainnya,” katanya.
drh Prista mengatakan, pendekatan tersebut diperlukan agar kondisi Untung dapat dipahami berdasarkan karakteristik dan kebutuhan individunya.
Terkait kebutuhan nutrisi, ia memastikan pemberian pakan kepada Untung disesuaikan dengan kondisi individual satwa. Faktor yang menjadi pertimbangan meliputi usia, berat badan, aktivitas, kondisi tubuh, serta kondisi kesehatan.
“Setiap satwa memiliki kebutuhan yang berbeda. Tujuan kami bukan membuat satwa terlihat ‘gemuk’, tetapi menjaga kondisi tubuh yang sehat, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan individunya, terutama pada satwa yang telah memasuki usia lanjut,” ungkapnya.
Tampilan fisik satwa, jelasnya, yang terlihat oleh pengunjung maupun masyarakat melalui media sosial tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menilai kondisi kesehatan maupun kesejahteraannya.
Menurutnya, tubuh yang terlihat lebih ramping tidak otomatis menunjukkan satwa sedang sakit atau kekurangan pakan. Sebaliknya, tubuh yang lebih berisi juga tidak selalu menjadi indikator bahwa satwa berada dalam kondisi sehat.
“Penilaian terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa perlu melihat kondisi individu secara menyeluruh dan berkelanjutan,” lanjut drh Prista.
Ia menegaskan, Batu Secret Zoo sebagai lembaga konservasi satwa ex situ memiliki tanggung jawab untuk memberikan perawatan sesuai kebutuhan biologis dan kondisi masing-masing satwa.
Perawatan tersebut mencakup aspek kesehatan, nutrisi, perilaku, hingga kesejahteraan satwa secara keseluruhan. Pendekatan perawatan juga disesuaikan dengan karakteristik serta tahapan kehidupan setiap individu, termasuk satwa yang telah memasuki usia senior seperti Untung.
Sebelumnya, kondisi Untung menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di Instagram @doniherdaru mempertanyakan kondisi fisik singa tersebut. Dalam unggahan itu disebutkan foto diambil pengunjung pada 31 Juli 2026 di area Lion Feeding Section, Jatim Park 2.
Pengunggah menyoroti tubuh singa jantan yang dinilai tampak kurus. Dalam keterangannya, pengunggah memperkirakan Body Condition Score (BCS) Untung berada di angka 2 hingga 2,5 dari skala 5.
Unggahan tersebut juga mempertanyakan sejumlah hal, mulai dari kecukupan asupan pakan, pemantauan berat badan dan kondisi tubuh, pemeriksaan oleh dokter hewan, hingga penanganan apabila terdapat persoalan kesehatan.
Pengunggah menegaskan bahwa penilaian tersebut bukan diagnosis medis, tetapi meminta penjelasan mengenai kondisi singa yang berada dalam perawatan manusia.
Menanggapi perhatian masyarakat tersebut, drh Prista mengatakan pihaknya memahami bahwa kondisi satwa yang terlihat secara visual dapat menimbulkan pertanyaan maupun kekhawatiran, terutama ketika foto atau informasi tersebut beredar di media sosial.
Jawa Timur Park Group, kata dia, menghargai perhatian masyarakat dan komunitas pemerhati satwa. Pihaknya juga terbuka terhadap komunikasi serta masukan mengenai pengelolaan dan kesejahteraan satwa.
“Kami menghargai perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap satwa kami. Bagi kami, kesejahteraan satwa bukan hanya mengenai bagaimana satwa terlihat, tetapi bagaimana kebutuhan fisik, nutrisi, kesehatan, perilaku, dan kenyamanannya dapat terpenuhi sesuai dengan kondisi masing-masing individu,” tuturnya.
drh Prista menambahkan, Jawa Timur Park Group bersama tim dokter hewan dan animal keeper akan terus memberikan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satwa, termasuk individu yang telah memasuki usia senior seperti Untung. (*)
