KETIK, JOMBANG – Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dusun Dukuh, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Eko Hadi Saputro, mengaku tidak mengetahui secara terperinci Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) senilai Rp155,7 juta dari Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2026.
Pengakuan tersebut disampaikan saat dikonfirmasi mengenai pembangunan sumur bor dan rumah pompa yang berada di tengah saluran irigasi tersier Dusun Dukuh, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang melalui saluran telepon WhatsApp, Selasa, 20 Oktober 2026.
Proyek bantuan pemerintah itu sebelumnya menjadi sorotan setelah posisi bangunan dan jalur saluran irigasi baru dipertanyakan warga.
“Saya tidak tahu soal bantuan Irpom secara detail, RAB-nya juga tidak tahu. Coba tanya Pak Sekdes atau Pak Kades saja. Saya jadi ketua Poktan masih baru, menggantikan ketua yang lama karena meninggal dunia,” ujar Eko.
Eko juga mengaku tidak mengetahui secara terperinci sumber anggaran maupun RAB pembangunan tersebut.
Padahal, berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, dana bantuan Irpom dari Kementan disalurkan langsung kepada kelompok tani (Poktan) atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) penerima, bukan melalui pemerintah desa.
Bangunan rumah sumur bor bantuan Kementan di Dusun Dukuh Desa Dukuhklopo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang berada di tengah saluran irigasi tersier. (Foto: Syaiful Arif/ketik.com)
Saat dikonfirmasi mengenai penempatan sumur bor di tengah saluran irigasi tersier, Eko membenarkan kondisi tersebut.
Ia mengatakan, penentuan lokasi telah dibicarakan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani.
“Pemilihan lokasi itu sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan PPL bersama kelompok tani. Selain itu, sawah saya juga ada di situ,” katanya.
Eko yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun (Kasun) Dukuh tersebut menyebut pembangunan saluran irigasi baru menyesuaikan kondisi lokasi. Pernyataan itu disampaikan ketika ditanya mengenai bentuk saluran yang tampak berkelok-kelok, tidak lurus mengikuti jalur.
Namun, Eko tidak menjelaskan secara terperinci dasar teknis penentuan jalur saluran maupun rincian biaya pembangunannya.Ia mengatakan, bantuan Irpom ditujukan untuk membantu pengairan lahan pertanian di Dusun Dukuh, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
Menurut dia, petani setempat masih kesulitan mendapatkan air untuk sawah, bahkan ketika musim hujan.
“Intinya memang sumur berada di tengah irigasi dan rencananya nanti juga akan dihidupkan kembali dengan membersihkan saluran irigasi tersier,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Muchamad Rony, menjelaskan bahwa dana bantuan Irpom dari Kementan disalurkan langsung kepada Poktan atau Gapoktan penerima.
Mengenai saluran irigasi tersier yang berada di bawah bangunan sumur bor dan rumah pompa, Rony menyebut jaringan tersebut tidak aktif.
“Kalau kita lihat di foto, itu saluran irigasi tersier yang tidak aktif,” kata Rony.
Ia menjelaskan, bangunan Irpom dibuat dalam bentuk panggung agar air tetap dapat mengalir apabila saluran irigasi kembali difungsikan.
“Irpom dibangun di atas irigasi dalam bentuk panggung, agar air bisa tetap lewat jika irigasi berfungsi,” ujarnya.
Bangunan saluran irigasi bantuan Kementan terlihat tidak lurus dan dikerjakan asal-asalan di Dusun Dukuh Desa Dukuhklopo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Selasa 20 Oktober 2026. (Foto: Syaiful Arif/ketik.com)
Menurut Rony, pembangunan Irpom di lokasi tersebut diharapkan dapat mendorong petani mengaktifkan kembali jaringan irigasi tersier untuk mendukung pengairan lahan pertanian.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin, 19 Oktober 2026 bangunan sumur bor dan rumah pompa bantuan Irpom di Desa Dukuhklopo telah selesai dikerjakan. Sementara itu, pekerja masih melakukan pembangunan jaringan saluran irigasi baru yang terlihat berkelok-kelok.
Seorang warga berinisial AW mempertanyakan penempatan bangunan sumur bor di atas saluran irigasi tersier.
Ia menilai lokasi tersebut perlu dijelaskan, terutama berkaitan dengan keberadaan jaringan irigasi lama dan pertimbangan penentuan lokasi pembangunan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Eko Purwanto, sebelumnya menyebut bantuan Irpom tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai Rp155.700.000.
Eko Purwanto menjelaskan, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang memfasilitasi administrasi kegiatan tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa lokasi pembangunan sumur bor harus mendapatkan izin dari pemilik lahan.
Hingga berita ini ditulis, rincian RAB, penjelasan mengenai pihak yang menyusun dan mengelola anggaran, serta dasar teknis penempatan bangunan Irpom bantuan Kementan di Dusun Dukuh, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang yang berada di atas saluran irigasi tersier belum diperoleh secara lengkap.(*)
