KETIK, TULUNGAGUNG – Harmoni dan semangat kebersamaan bergemuruh di GOR Minapolitan Tulungagung pada Minggu, 14 Juni 2026. Gedung olahraga tersebut menjadi saksi bisu penentuan akhir dari kompetisi sengit Lomba Paduan Suara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung yang ke-20.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh perwakilan kafilah paduan suara dari 18 Kecamatan yang hadir 16 kecamatan se-Kabupaten, 2 Kecamatan absen yakni Kecamatan Rejotangan dan Kecamatan Bandung.
Masing-masing kontingen menyuguhkan penampilan terbaik mereka, memadukan teknik vokal, kreativitas aransemen, dan kekompakan di hadapan para dewan juri serta ratusan penonton yang memadati tribun.
Dalam penentuan akhir lomba, salah satu perwakilan Dewan Juri memberikan evaluasi yang mendalam terkait performa seluruh peserta. Juri 1 Ali Makrus menegaskan bahwa poin utama dan mutlak dalam penilaian lomba paduan suara ini adalah kualitas dan kemurnian suara itu sendiri.
"Dari urutan peserta pertama sampai yang terakhir, kami melihat penampilan Bapak dan Ibu sekalian sebenarnya sangat luar biasa dan oke. Namun, ada catatan penting: dalam paduan suara, yang dinomor satukan adalah suara. Jelek atau bagusnya suara akan langsung ketahuan," ujar Makrus saat memberikan evaluasi.
Dewan juri juga menyoroti aspek ekspresi atau koreografi beberapa peserta yang dinilai terlalu berlebihan (over-expression). Menurut juri, penampilan yang terlalu teatrikal terkadang justru mengaburkan fokus utama, yaitu keindahan olah vokal dan harmonisasi nada. Ketika penampilan fisik terlalu mendominasi, esensi dari kualitas vokal kelompok justru berisiko menurun atau bahkan hilang.
Meskipun terdapat beberapa evaluasi teknis, secara keseluruhan Dewan Juri mengapresiasi kerja keras, kekompakan, dan totalitas yang ditunjukkan oleh para perangkat desa 16 kecamatan tersebut.
Kompetisi ini membuktikan bahwa di balik kesibukan melayani masyarakat, para perangkat desa di Tulungagung juga memiliki potensi luar biasa dalam bidang seni suara.
Acara penutupan dan pengumuman pemenang Harlah PPDI ke-20 ini berlangsung meriah, kompetitif, sekaligus penuh dengan rasa kekeluargaan antar-perangkat desa se-Kabupaten Tulungagung.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat dari awal hingga akhir terhadap 16 kecamatan yang berpartisipasi, dewan juri memutuskan hasil akhir perlombaan sebagai berikut:
1. Juara pertama diraih Kecamatan Pagerwojo.
2. Juara kedua diraih Kecamatan Ngunut.
3. Juara ketiga dari kecamatan Pucanglaban
4. Harapan satu diraih Kecamatan Sendang .
5. Harapan kedua diraih Kecamatan Kauman
Di akhir pengumuman, perwakilan juri memberikan pesan penutup yang membakar semangat seluruh perangkat desa yang hadir di GOR Minapolitan. Juri menegaskan bahwa hasil akhir ini merupakan bentuk apresiasi, namun poin paling penting adalah keberanian dan totalitas seluruh peserta untuk menampilkan bakat terbaik mereka di atas panggung.
"Bagi yang berhasil meraih juara hari ini, jangan sampai jumawa atau berpuas diri. Dan bagi kecamatan yang belum beruntung menjadi juara, sama sekali tidak boleh patah semangat. Tahun depan kesempatan itu masih ada, jadilah seorang fighter! Hari ini boleh kalah, tapi besok kita kembali berlatih dengan lebih giat lagi," pesan salah satu dewan juri Hamid yang disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin.
"Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga berhasil menjadi wadah silaturahmi yang mempererat kekompakan dan rasa kekeluargaan antar-perangkat desa se-Kabupaten Tulungagung." pangkas Hamid.
Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung Abdul Fatah memberikan sambutan hangat sekaligus menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pengurus PPDI tingkat kecamatan beserta anggotanya, BPD, jajaran camat, serta pihak Polres Tulungagung yang telah mendukung penuh kelancaran acara ini.
Dalam penyampaiannya, Ketua PPDI Tulungagung menekankan bahwa perlombaan ini bukanlah sebuah ajang kompetisi yang bersifat selektif atau memecah belah, melainkan sebuah wadah untuk memperkuat persatuan.
"Kami selaku pengurus PPDI Kabupaten Tulungagung beserta seluruh jajaran anggota akan selalu kompak. Tentunya, kami berjanji akan selalu mengawal dan memperjuangkan kesejahteraan seluruh anggota PPDI se-Kabupaten Tulungagung. Event yang kita laksanakan hari ini" katanya.
Esensinya adalah untuk memperjuangkan kekompakan kita dan menjalin tali silaturahmi, tidak lebih dari itu. Artinya, apa yang kita lakukan ini bukan kompetisi yang dikira selektif benar, bukan", tutur Fatah
" Siapa yang mendapatkan juara dari kecamatan mana pun, ini adalah jalinan tali silaturahmi. Jadi nanti tidak perlu diperdebatkan kecamatan mana yang menjadi juara," tegas Ketua PPDI Tulungagung.
Lebih lanjut, Ketua PPDI menjelaskan bahwa kesuksesan gelaran lomba ini merupakan langkah awal momentum menuju puncak peringatan Harlah PPDI Kabupaten Tulungagung ke-20 yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Juni 2026, bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Ketua PPDI mengimbau kepada seluruh desa di Kabupaten Tulungagung untuk ikut menyukseskan acara puncak tersebut dengan membawa tumpeng (ambeng) secukupnya dari masing-masing wilayah desa. Seluruh perangkat desa dan kepala desa diharapkan bisa hadir tepat waktu setelah waktu Maghrib (Ba'da Maghrib), karena akan dilaksanakan salat Maghrib berjamaah bersama di pendopo.
Pihak PPDI Tulungagung berharap seluruh elemen dapat memaksimalkan kehadiran mereka. Meskipun laporan resmi yang disampaikan ke pihak Polres Tulungagung mencatat estimasi masa sekitar 1.500 orang, Ketua PPDI menargetkan kekuatan penuh agar sebanyak 2.644 perangkat desa beserta kepala desa se-Kabupaten Tulungagung dapat hadir memadati tempat acara. (*)
.png)