KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung secara resmi membuka kegiatan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Praja Mukti, Rabu, 29 Juli 2026.
Usai kegiatan, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa Bulan Dana PMI merupakan agenda tahunan vital yang mengusung prinsip kebersamaan dan subsidi silang antar warga.
Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kembali untuk berbagai kegiatan sosial, bantuan penanganan bencana, serta pemenuhan kebutuhan donor darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Ini kegiatan rutin PMI untuk penggalangan dana dalam rangka membantu masyarakat kita yang membutuhkan. Jadi sistemnya subsidi silang," ujar Baharudin saat ditemui awak media di lokasi.
Mengenai besaran iuran, Pemkab memastikan tidak ada kenaikan tarif pada tahun ini. Nilai sumbangan sukarela masih tetap sama seperti periode sebelumnya, yakni di kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang.
Bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), besaran sumbangan juga disesuaikan berdasarkan jenjang golongan masing-masing.
Saat dikonfirmasi mengenai kepesertaan ASN, pihaknya menyampaikan bahwa keikutsertaan para pegawai bersifat imbauan moral yang kuat.
"Wajib tapi tidak tertulis. Instruksi ada, namun tetap mengedepankan kesadaran bersama," tambahnya.
Pada gelaran tahun 2026 ini, PMI Tulungagung menargetkan perolehan dana minimal berada di atas Rp350 juta. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan perolehan pada penggalangan tahun 2024 lalu yang berada di angka Rp348 juta.
Pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat tercapai secara maksimal berkat partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan ASN di Kabupaten Tulungagung.(*)
