KETIK, HALMAHERA SELATAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan perkembangan terbaru sejumlah proyek infrastruktur pelayanan kesehatan di wilayah Pulau Obi. Rehabilitasi ruang rawat inap Rumah Sakit Umum (RSU) Obi kini telah memasuki tahap awal pelaksanaan setelah penyedia jasa ditetapkan melalui proses pengadaan.
Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasyim, menjelaskan bahwa pencairan dana pada pekerjaan tersebut merupakan pembayaran uang muka kepada pihak pelaksana yang telah memenangkan kontrak.
“Itu pembayaran uang muka. Karena sudah ada kontrak, pemenang kemudian mengajukan permintaan,” kata Asia saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Nilai anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut diperkirakan berada pada kisaran Rp1 miliar. Namun, nilai akhir kontrak dapat berubah menyesuaikan hasil penawaran dari penyedia jasa yang ditetapkan.
“Untuk anggaran sekitar Rp1 miliar. Setahu saya Rp1 miliar. Tetapi dalam kontrak biasanya ada penyesuaian, karena saat penetapan pemenang ada proses penawaran sehingga nilainya bisa lebih rendah,” ujarnya.
Pekerjaan ini difokuskan pada peningkatan dan perbaikan fasilitas ruang rawat inap guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Pulau Obi.
“Itu untuk rehabilitasi ruang rawat inap di RSUD Obi,” jelas Asia.
Selain itu, Asia juga memaparkan perkembangan pembangunan fasilitas kesehatan tingkat pertama di dua wilayah lainnya. Seluruh pekerjaan pada kedua puskesmas tersebut telah dinyatakan selesai.
“Untuk Puskesmas Jikohai dan Laluin sudah selesai 100 persen. Anggarannya keduanya sama,” tandasnya.
