Perkuat Kesehatan Atlet, KONI Surabaya Gandeng Rumah Sakit dan BPJSTK

26 April 2026 15:18 26 Apr 2026 15:18

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perkuat Kesehatan Atlet, KONI Surabaya Gandeng Rumah Sakit dan BPJSTK

KONI Surabaya baru saja meneken MoU dengan RS Ubaya dan BPJSTK Surabaya untuk menjamin kesehatan atlet. (Foto: Dokumentasi KONI Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Surabaya (KONI Surabaya) memperkuat komitmennya dalam memperhatikan atletnya, terbaru mereka baru saja menggandeng Rumah Sakit Ubaya dan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK).

Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU) di RS Ubaya pada Sabtu 25 April 2026.

Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom mengapresiasi dukungan dari dua lembaga tersebut. Menurutnya jaminan kesehatan menjadi bagian penting bagi karir atlet agar tetap fokus berprestasi tanpa rasa khawatir.

"Anak-anak kami tidak perlu khawatir lagi dalam berlatih karena kesehatan mereka terjamin oleh BPJSTK dan dukungan penuh dari RS Ubaya," katanya dikutip dari keterangan resmi.

Lanjutnya, hampir seluruh atlet yang saat ini tergabung dalam Puslatcab sudah terdaftar dalam program jaminan sosial tersebut. Ia juga mendorong pegiat olahraga agar mulai peduli pada perlindungan diri sejak dini.

"Perlindungan diri ini jangan sampai setelah kejadian baru melindungi. Lebih baik kita antisipasi dengan bersinergi bersama Rumah Sakit Ubaya dan BPJS TK," tegasnya.

Direktur RS Ubaya, dr Wenny Retno Sarie Lestari memastikan kesiapan fasilitas medis untuk menunjang kebutuhan atlet. Pihaknya telah menyediakan layanan terintegrasi mulai pengecekan cedera hingga tahap rehabilitas.

"Pelayanan kami melalui tim sport klinik memastikan atlet bisa kembali bertanding sesuai kapasitasnya. Penanganan dilakukan secara cepat dan profesional," tegasnya.

Sementara itu Account Representative BPJSTK Surabaya, Andi AsmarnIsa menjelaskan, kerja sama ini bertujuan meminimalkan beban ekonomi yang mungkin timbul akibat cedera saat latihan maupun turnamen.

"Kami tidak mau mereka harus keluar biaya sendiri saat cedera. Jika harus operasi, biayanya bisa ratusan juta dan tidak semua atlet mampu membayar itu," tutur Andi. (*)

Tombol Google News

Tags:

##konisurabaya ##rsubaya ##bpjstksurabaya ##beritaSurabaya