KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang menyiapkan renovasi total empat pasar. Melalui renovasi tersebut diharapkan sejalan dengan target peningkatan retribusi.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan, terdapat 26 pasar tradisional yang dimiliki oleh Kota Malang. Dari total tersebut, 4 pasar di antaranya dalam kondisi memprihatinkan dan belum tersentuh pembangunan.
"Kami ada 26 pasar tradisional di Kota Malang. Pasar yang belum kami renovasi secara total ada Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, dan pasar wisata itu Pasar Talun di Kayutangan. Itu menjadi prioritas kami dilakukan renovasi," ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Eko menjelaskan saat ini telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED). Setelah itu diajukan ke Wali Kota Malang untuk pemetaan anggaran realisasi renovasi.
"Sudah DED semua tinggal nanti kami ajukan ke pimpinan terkait bagaimana ploting anggarannya, apakah bisa direalisasikan tahun ini atau tahun berikutnya," lanjutnya.
Kendati belum dapat dipastikan, Eko menargetkan realisasi untuk revitalisasi keempat pasar dapat dilakukan tahun depan. Terlebih persiapan administrasi telah dilakukan sejak jauh hari.
"Kami sudah ajukan percenaan, mungkin pengajuan bisa tahun depan kemungkinan. Karena yang penting persiapan administrasi kami sudah siapkan," sebutnya.
Menurutnya pasar rakyat yang ideal ialah tidak bertingkat seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo. Dengan demikian pasar dapat mudah dijangkau, memiliki akses cepat, infrastruktur yang tertatat, serta antara penjual dan pembeli dapat bertransaksi langsung dengan mudah.
Renovasi pasar juga diharapkan sejalan dengan peningkatan target retribusi sesuai Perda Kota Malang. Terlebih Diskopindag Kota Malang menargetkan retribusi Rp10 miliar di tahun 2026 ini
"Kalau berpikir logis, berkomitmen membangun pasar rakyat, infrastruktur terpenuhi dengan baik dan pelayanannya, saya kira para pedagang akan berkontribusi terhadap retribusi," pungkasnya. (*)
.png)