Pemkot Batu Perkuat Peran KIM, Dorong Produksi Konten Desa yang Kreatif dan Berdampak

17 April 2026 10:22 17 Apr 2026 10:22

Dafa Wahyu P., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkot Batu Perkuat Peran KIM, Dorong Produksi Konten Desa yang Kreatif dan Berdampak

Foto bersama keynote speaker, pemateri, dan peserta Workshop Penguatan kapasitas KIM Desa/Kelurahan se-Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar workshop peningkatan kapasitas Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) desa dan kelurahan se-Kota Batu.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung ATV, Desa Oro-Oro Ombo, Rabu, 15 April 2026, menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran KIM dalam diseminasi informasi publik di era digital.

Workshop tersebut menghadirkan akademisi dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang yang akan mendampingi KIM dalam program KIM Campaign 2026 selama kurang lebih lima bulan.

Foto Pemukulan Gong oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto sebagai tanda dimulainya KIM Campaign 2026. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)Pemukulan Gong oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto sebagai tanda dimulainya KIM Campaign 2026. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

Kepala Diskominfo Kota Batu, Aries Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas konten dan kontribusi nyata KIM di tingkat desa.

“Workshop ini kami fokuskan untuk mendukung KIM Campaign 2026. Nantinya, teman-teman KIM akan didampingi sekitar lima bulan oleh dosen dan mahasiswa Unitri di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pendampingan tersebut, setiap KIM mampu meningkatkan standar kualitas informasi serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat di wilayahnya.

“Kami ingin setiap KIM memiliki kualitas yang lebih baik dan mampu memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat desa. Kami optimistis semangat teman-teman KIM ini akan membentuk ekosistem informasi baru bagi pertumbuhan Kota Batu,” tambahnya.

Menurut Aries, KIM juga memiliki peran penting dalam menyebarluaskan berbagai program Mbatu Sae di bawah kepemimpinan Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto.

Informasi tersebut diharapkan dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai perkembangan platform digital.

“Program-program pemerintah seperti Seribu Sarjana, Smart Integrated Farming, hingga program nasional seperti Koperasi Desa dan MBG, perlu dipublikasikan secara positif melalui media desa dengan gaya yang kekinian,” jelasnya.

Foto Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menjadi keynote speaker di Workshop Penguatan kapasitas KIM Desa/Kelurahan se-Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menjadi keynote speaker di Workshop Penguatan kapasitas KIM Desa/Kelurahan se-Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

Sebagai bagian dari program tersebut, setiap KIM akan diberikan tantangan untuk memproduksi konten terkait program “Mbatu Sae” maupun program pemerintah pusat. Hasil karya mereka nantinya akan diapresiasi melalui ajang KIM Awards.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa keberadaan KIM memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kompetisi antar desa ini dilakukan secara sehat, karena tujuan utama KIM adalah menyampaikan informasi. Kota Batu sebagai kota wisata membutuhkan penyebaran informasi potensi desa secara luas,” katanya.

Ia menilai, di tengah arus informasi digital yang sangat cepat, KIM harus mampu menjadi sumber informasi yang terpercaya dan bertanggung jawab.

“Di era digital, siapa pun bisa membuat konten. Namun, sumber informasi resmi tidak mudah ditemukan. Di sinilah peran KIM menjadi penting sebagai penyampai informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Mas Heli, sapaan akrabnya.

Selain itu, KIM juga diharapkan mampu mengangkat potensi lokal, mulai dari wisata hingga produk UMKM, melalui berbagai platform digital seperti media sosial dan video kreatif.

“KIM bukan hanya menyebarkan informasi, tetapi juga harus mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dan menjadi fasilitator komunikasi di tingkat lokal,” tegasnya.

Mas Heli juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan informasi, sehingga KIM dapat berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dalam komunikasi publik.

“Kami ingin KIM tidak hanya dikenal sebagai penyampai informasi, tetapi juga mampu membangun opini positif dan membanggakan daerah melalui karya-karya yang dihasilkan,” tambahnya.

Salah satu peserta workshop dari KIM Desa Sumberjo, Kris, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan produksi konten.

“Pelatihan ini sangat bagus karena mempertemukan seluruh KIM di Kota Batu. Pematerinya juga membantu kami memahami cara membuat konten yang menarik, terutama untuk promosi wisata dan produk UMKM melalui media sosial,” ungkapnya. (adv)

Tombol Google News

Tags:

#KIM Kota Batu #KIM Campaign 2026 #Komunitas Informasi Masyarakat Diskominfo Kota Batu Heli Suyanto Info Kota Batu Berita Kota Batu