KETIK, BATU – Penemuan jasad pria kembali terjadi di kawasan Jembatan Kembar Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kamis, 23 April 2026.
Hingga kini, identitas korban belum diketahui dan kasus masih dalam penyelidikan kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jasad korban ditemukan di area bawah jembatan pada pagi hari.
Penemuan itu pertama kali diketahui oleh seorang pengendara yang kemudian menyampaikan informasi kepada pengguna jalan lainnya.
Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendri Subagijo, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 10.00 WIB.
“Polsek menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB,” ujarnya.
Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Namun, hingga kini polisi belum dapat memastikan identitas korban maupun penyebab kematian karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Personel sudah kami kerahkan ke lokasi di Jembatan Cangar. Untuk detail lebih lanjut, kami masih menunggu hasil pemeriksaan di lapangan,” katanya.
Di sisi lain, beredar informasi di kalangan warga mengenai ditemukannya barang-barang di sekitar lokasi, seperti sepasang sandal dan sepeda motor yang diduga berkaitan dengan korban. Namun, hal tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh petugas.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sebelumnya, lokasi yang sama juga pernah menjadi tempat penemuan jasad seorang pria berinisial MMA (24), warga Trowulan, Mojokerto, pada 31 Maret 2026. Korban saat itu ditemukan di dasar jurang dan diduga meninggal akibat bunuh diri.(*)
Catatan:
Masalah kesehatan mental dan pikiran untuk mengakhiri hidup adalah situasi serius yang memerlukan penanganan profesional. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi atau kecenderungan serupa, segera hubungi layanan kesehatan mental, psikolog, atau psikiater di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
