Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Cilacap Salurkan Air Bersih ke 95 Desa

20 Oktober 2026 04:44 20 Okt 2026 04:44

Nani Ekowati, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Cilacap Salurkan Air Bersih ke 95 Desa

Tercatat Data BPBD Cilacap per-Oktober 2026 telah menyalurkan bantuan air bersih ke 95 desa di 20 kecamatan, jangkau 31.239 keluarga atau 70.557 jiwa. (Foto: Dok Cilacap)

KETIK, CILACAP – Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap per Oktober 2026, krisis air bersih dampak kekeringan di wilayah setempat meluas.

Warga terdampak sebanyak 70.557 jiwa, mencakup 31.239 kepala keluarga yang bergantung pada pasokan air bersih.

Adapun bantuan air bersih terus disalurkan kepada warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap.

Hingga Minggu 19 Oktober 2026, total distribusi telah mencapai 1.810 tangki atau setara 9.144.000 liter air.

"Bantuan air bersih telah menjangkau 31.239 keluarga atau 70.557 jiwa. Sedangkan penerima bantuan tersebar di 95 desa yang berada di 20 kecamatan. Penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau, dan distribusi tersebut merupakan hasil dukungan anggaran pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak yang peduli terhadap warga terdampak," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, Senin 19 Oktober 2026.

Dari total bantuan yang telah disalurkan, sebanyak 418 tangki atau 2.085.000 liter air bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, 1.392 tangki lainnya dengan volume mencapai 7.059.000 liter berasal dari puluhan mitra, termasuk instansi badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta, dan komunitas.

Taryo menyebur, BPBD menyalurkan 16 tangki air ke 11 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Cipari, Sidareja, Jeruklegi, Cilacap Tengah, Kawunganten dan Kesugihan

Sementara itu, di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, BPBD terus memantau kondisi wilayah terdampak melalui koordinasi dengan pemerintah setempat dan para relawan.

Personel dari sejumlah UPTD PKBD di wilayah Majenang, Sidareja, Cilacap kota, hingga Kroya juga disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penyaluran bantuan.

Taryo menjelaskan, distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan air dan mengajukan permohonan bantuan.

BPBD bersama para mitra menyatakan tetap bersiap membantu warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Taryo mengimbau masyarakat dalam menggunakan air harus lebih bijaksana. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cilacap Krisis Air Cilacap Kekeringan Kabupaten Cilacap bpbd cilacap Penyaluran air bersih