Keluarga Sambut Kedatangan Jemaah Haji Bojonegoro dengan Penuh Haru

14 Juni 2026 07:50 14 Jun 2026 07:50

Sukiman, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Keluarga Sambut Kedatangan Jemaah Haji Bojonegoro dengan Penuh Haru

Jemaah haji disambut keluarga setibanya di Bojonegoro, 14 Juni 2026. (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Para jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro tiba di kampung halaman. Kepulangan jemaah haji Kabupaten Bojonegoro dimulai dari Kloter 30 yang tiba pada Senin 8 Juni 2026. Selanjutnya disusul Kloter 37, 38, dan 39 yang tiba pada Kamis 11 Juni 2026 dini hari. Sedangkan Kloter 40, 41, dan 42 tiba pada Jumat 12 Juni 2026.

Di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel, keluarga para jemaah haji berkumpul menyambut kedatangan mereka. Mata para penjemput tak lepas memandang ke arah jalan, menanti bus-bus yang membawa jemaah haji memasuki area kedatangan.  

Ketika bus mulai terlihat dari kejauhan, sorak gembira dan lambaian tangan langsung menyambut. Suasana yang semula tenang berubah menjadi penuh haru.

Banyak keluarga berusaha mencari wajah orang yang mereka nantikan dari balik kaca bus. Tak sedikit yang menitikkan air mata saat akhirnya dapat kembali bertemu dan berpelukan setelah sekian lama berpisah.

Di tengah keramaian tersebut, sejumlah jamaah tampak membawa oleh-oleh khas dari Tanah Suci. Boneka unta beragam ukuran terlihat menghiasi tangan para jamaah maupun anggota keluarga yang membantu membawakan barang bawaan. Pemandangan itu menjadi salah satu simbol kebahagiaan yang selalu mewarnai kepulangan jamaah haji setiap tahunnya.

Salah satu jemaah, Karsini, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Bojonegoro dalam keadaan sehat. Perempuan lanjut usia itu mengaku masih teringat momen saat pertama kali melihat Ka'bah.

"Alhamdulillah senang sekali. Waktu pertama melihat Ka'bah rasanya campur aduk, sampai menetes air mata. Di sana ibadah lancar, petugas juga banyak membantu. Sekarang lebih senang lagi karena bisa pulang dan bertemu keluarga," ujarnya.

Hal senada disampaikan Sumidi. Pria sepuh tersebut mengatakan perjalanan hajinya menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Meski harus menjalani ibadah di tengah cuaca yang panas, ia tetap bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik.

"Alhamdulillah semuanya lancar. Memang panas, tapi karena niat ibadah jadi terasa ringan. Yang paling membahagiakan ya saat bus sampai dan melihat anak cucu sudah menunggu. Rasanya lega dan bersyukur sekali," tuturnya.

Kepulangan jemaah haji tahun ini tidak hanya menandai berakhirnya perjalanan spiritual dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi momen yang mempertemukan kembali keluarga dalam suasana penuh syukur. Tangis haru, pelukan hangat, dan senyum kebahagiaan yang memenuhi Jalan P. Mas Tumapel menjadi saksi betapa berharganya sebuah perjumpaan setelah perjalanan ibadah yang panjang dan penuh makna. (*)

Tombol Google News

Tags:

Para Jamaah Haji Sambutan Terharu Suasana Religius Kabupaten Bojonegoro Ketik Haji jemaah haji