Jagung Mulai Bertongkol, Kolaborasi Polisi dan Petani di Sukun Malang Targetkan Panen 30 Ton

11 Juni 2026 20:46 11 Jun 2026 20:46

Kukuh Kurniawan, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jagung Mulai Bertongkol, Kolaborasi Polisi dan Petani di Sukun Malang Targetkan Panen 30 Ton

Kanit Binmas Polsek Sukun, Iptu Dian bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandungrejosari, Aiptu Yulianto saat mendampingi petani mengecek kondisi tanaman jagung jelang panen, Kamis, 11 Juni 2026 (Foto : Polresta Malang Kota)

KETIK, MALANG – Hamparan tanaman jagung di lahan pertanian yang terletak di Jalan Kepuh Gang IX, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Ribuan batang jagung yang ditanam secara gotong royong kini telah memasuki fase pembentukan tongkol, menandakan masa panen raya yang kian dekat.

Perkembangan positif ini dipantau langsung oleh Kanit Binmas Polsek Sukun, Iptu Dian, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandungrejosari, Aiptu Yulianto, saat meninjau lahan pertanian seluas dua hektare pada Kamis, 11 Juni 2026 sore. Kunjungan tersebut merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan dari Polri kepada kelompok tani setempat yang selama ini aktif mengelola lahan produktif di wilayah Sukun.

Iptu Dian mengatakan, keterlibatan pihak kepolisian dalam sektor pertanian merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Langkah ini sengaja dimulai dari tingkat paling bawah, yakni kelurahan.

"Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi hasil pertanian, melainkan juga menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami hadir mendampingi petani, memberikan motivasi, dan memastikan kolaborasi antarunsur terkait berjalan dengan baik," jelasnya kepada Ketik.com.

Ia menambahkan, keberhasilan di sektor pertanian memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial masyarakat. Ketika pasokan pangan terjaga dan pendapatan petani meningkat, ketahanan ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat.

Berdasarkan kondisi saat ini, lahan pertanian seluas dua hektare tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 30 ton jagung tongkol saat panen nanti.

Apabila diproses menjadi jagung pipil kering, hasilnya diperkirakan mencapai 14 hingga 18 ton, tergantung kondisi cuaca dan tingkat produktivitas tanaman.

Sementara itu, Aiptu Yulianto mengungkapkan bahwa keberhasilan budidaya hingga memasuki fase bertongkol tidak lepas dari perawatan yang dilakukan secara rutin bersama para petani.

Di sisi lain, komunikasi yang intensif antara petani dan pendamping lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman. Dengan kondisi tanaman yang sehat dan pertumbuhan yang merata, petani bersama pihak kepolisian optimistis menyambut musim panen.

"Dengan kolaborasi antara Polri dan petani, terbukti bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui sinergi nyata sekaligus memperkuat kemandirian pangan warga Kota Malang," pungkasnya.

 

Tombol Google News

Tags:

ketahanan pangan Tanaman Jagung Polresta Malang Kota Polsek Sukun 30 Ton