KETIK, SURABAYA – Tren industri percetakan terus berkembang setiap tahunnya, termasuk dengan hadirnya sentuhan Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Timur, Iwan Dhamar, dalam pembukaan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 di Grand City Convex, Rabu, 8 Juli 2026.
"Era percetakan sudah dikenal mulai dari kita hidup hingga wafat. Semuanya kini telah beralih dari era mesin cetak konvensional. Namun, industri ini tidak mati, hanya mencari bentuk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar," katanya.
Ia juga mengatakan, industri kreatif terus berkembang. Dengan pesatnya perkembangan tersebut, ia berharap semakin banyak entrepreneur baru yang terus tumbuh.
"Industri kreatif ini juga dapat menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru yang berkembang, khususnya di sentra-sentra perkotaan, tetapi juga hingga ke perdesaan," ungkapnya.
Kemudian, jika berbicara mengenai pasar global, industri percetakan dan industri kreatif di Jawa Timur masih memiliki peluang yang terbuka. Hanya saja, saat ini fokus utama harus diarahkan pada pasar domestik terlebih dahulu.
"Jadi memang diharapkan industri ini bisa menciptakan pasar ekspor. Tapi fokuskan dulu pasar domestik agar dapat melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru," jelasnya.
Lahirnya para pengusaha baru ini, kata Iwan, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah. Dengan demikian, target ekspor dari Jawa Timur diharapkan dapat terealisasi.
"Pertumbuhan industri ini juga sangat besar. Kata Pak Yudi (Kepala Bidang Pengembangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur), pertumbuhannya berada di atas rata-rata nasional, yakni 5,96 persen," tuturnya.
Menurut Iwan, pertumbuhan tersebut sudah berada pada jalur yang tepat. Karena itu, perlu terus diperkuat dengan dukungan teknologi-teknologi percetakan yang semakin canggih.
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan pihaknya menggelar Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 pada 8–11 Juli 2026. Pameran tersebut diikuti 150 peserta dan 10 UMKM serta menargetkan 15.000 pengunjung dari berbagai lini industri.
"Saya berharap pameran ini menjadi katalis bagi percepatan industri percetakan dan grafis di Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia bagian timur," katanya.
Ia menambahkan, pameran ini tidak hanya memperkenalkan mesin-mesin percetakan terbaru, tetapi juga mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. (*)
.png)