KETIK, BATU – Empat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu turut masuk dalam peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi desa dan kelurahan yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.
Empat lokasi KDKMP di Kota Batu tersebut berada di Kelurahan Dadaprejo, Kelurahan Temas, Desa Torongrejo, dan Desa Sumberejo.
Dalam peresmian yang digelar di Koperasi Desa Merah Putih Nglawak, Presiden Prabowo menyebut keberadaan koperasi desa menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.
Program tersebut dinilai strategis untuk mendukung distribusi pangan, penguatan logistik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan, perkembangan pembangunan KDKMP di Kota Batu hingga pertengahan 2026 menunjukkan progres yang cukup signifikan.
Dari total target 24 desa dan kelurahan, sebanyak 16 wilayah disebut telah menjalankan pembangunan fisik KDKMP. Sedangkan empat wilayah lainnya masih dalam tahap pencarian lahan yang sesuai dengan kriteria program.
Untuk KDKMP yang telah rampung 100 persen, Pemerintah Kota Batu mendorong pentingnya keberlanjutan program agar tidak berhenti sebagai proyek seremonial semata.
“Kami berharap fasilitas yang sudah dibangun benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan, konsep KDKMP di Kota Batu juga diarahkan agar terintegrasi dengan sektor wisata, khususnya agrowisata dan eduwisata, sesuai karakter Kota Batu sebagai daerah wisata berbasis pertanian.
“KDMP di Kota Batu harus mampu terhubung dengan sektor pariwisata, misalnya melalui agrowisata maupun edukasi pertanian sehingga mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan desa,” ungkap Mas Heli, sapaan akrabnya.
Selain itu, Pemkot Batu juga meminta pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan transparan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun kelompok masyarakat yang terlibat.
“Pengelolaan harus profesional, akuntabel, dan fasilitas yang ada dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Mas Heli juga berharap KDKMP yang telah berjalan baik dapat menjadi percontohan bagi desa lain di Kota Batu yang masih dalam tahap pengembangan.
Sementara untuk KDKMP yang saat ini masih dalam proses pembangunan, Pemkot Batu mendorong percepatan penyelesaian proyek dengan tetap memperhatikan kualitas bangunan dan ketentuan regulasi.
“Kami ingin proses pembangunan dipercepat, tetapi tetap menjaga mutu bangunan serta memastikan seluruh administrasi dan aturan dipenuhi dengan baik,” jelasnya.
Di sisi lain, penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola juga mulai dipersiapkan sejak dini melalui berbagai pelatihan, mulai dari manajemen koperasi hingga keterampilan pertanian dan peternakan modern.
“Ketika pembangunan selesai nanti, pengelola sudah harus siap menjalankan program sehingga koperasi benar-benar bisa langsung bergerak dan produktif,” ujarnya.
Pemkot Batu juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, organisasi perangkat daerah terkait, serta masyarakat sekitar agar seluruh tahapan pembangunan KDKMP dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. (*)
