KETIK, LABUHA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Halmahera Selatan melakukan kunjungan silaturahmi dan edukasi ke Kesultanan Bacan, Kamis 23 Juli 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIT itu diikuti 14 anggota DWP Disperkim bersama lima anak. Kunjungan tersebut mengangkat tema “Menelusuri Jejak Kesultanan Bacan untuk Memperkuat Wawasan Pendidikan dan Pelestarian Budaya Daerah.”
Kedatangan rombongan disambut hangat Jogugu Kesultanan Bacan, Mochdar Arif, Ompu Juru Tulis Raa, Tufail Iskandar Alam, serta Ketua Generasi Muda Kesultanan Bacan (Gema Suba), Husni Muslim.
Ketua DWP Disperkim Halmahera Selatan, Ny. Masnun Ikbal, mengatakan kegiatan itu bertujuan memperluas pemahaman anggota terhadap sejarah dan budaya lokal.
“Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan anggota mengenai sejarah dan kebudayaan daerah, khususnya jejak panjang Kesultanan Bacan yang menjadi bagian penting dari identitas Halmahera Selatan,” kata Masnun.
Selama kunjungan, rombongan DWP Disperkim terlibat dalam perbincangan dan diskusi mengenai perjalanan sejarah Kesultanan Bacan. Mereka juga memperoleh pesan moral yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami disambut dengan hangat. Kami berbincang dan berdiskusi mengenai berbagai sejarah Kesultanan Bacan, bahkan diberikan pesan moral tentang nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Kehadiran anak-anak juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan warisan budaya sejak dini.
“Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal. Anak-anak juga perlu diperkenalkan sejak dini bahwa daerah ini memiliki sejarah, tradisi, dan kebudayaan yang sangat berharga,” ujarnya.
Selain menjadi ruang belajar, kunjungan itu dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan DWP Disperkim dengan pihak Kesultanan Bacan.
“Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota DWP Disperkim dengan Kesultanan Bacan,” jelas Masnun.
Ia berharap kegiatan tersebut ikut menjaga nilai-nilai luhur Kesultanan Bacan agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan dalam kebudayaan Kesultanan Bacan. Warisan tersebut harus terus dijaga, dipelajari, dan diteruskan kepada generasi mendatang,” tuturnya.
