KETIK, LEBAK – Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini belum menerima laporan maupun keluhan dari petani terkait dampak hujan abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, mengatakan kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan dan laporan petugas di lapangan.
Hingga Selasa (8/9/2026), belum ditemukan adanya lahan pertanian maupun tanaman milik petani yang dilaporkan terdampak abu vulkanik.
“Belum. Sampai saat ini belum ada laporan yang terdampak akibat hujan abu vulkanik,” kata Dodi kepada wartawan.
Menurut Dodi, meski debu akibat hujan abu terlihat di sejumlah permukaan, khususnya di permukiman warga, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya dampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Lebak.
“Kalau debu memang di rumah-rumah terlihat cukup tebal, terutama di keramik. Tetapi untuk tanaman pertanian, sampai saat ini belum ada laporan terdampak,” ujarnya.
Dodi menjelaskan, kondisi pertanian di Kabupaten Lebak saat ini juga masih berada pada masa panen. Sebagian besar petani bahkan baru menyelesaikan kegiatan panen, sehingga belum banyak tanaman baru yang berada di lahan.
“Rata-rata saat ini baru selesai panen. Memang bulan-bulan sekarang banyak yang sedang panen,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian petani juga belum memulai masa tanam berikutnya. Umumnya, petani di wilayah tersebut menunggu kondisi hujan sebelum kembali melakukan penanaman.
“Sekarang rata-rata masih masa panen. Untuk tanam, sebagian besar belum mulai dan biasanya menunggu hujan. Jadi, terkait dampak abu vulkanik, sampai sekarang belum ada laporan,” ucap Dodi.
Lebih lanjut, Dodi mengatakan penetapan suatu lahan pertanian terdampak abu vulkanik tidak dilakukan hanya berdasarkan pengamatan awal. Diperlukan penilaian dan verifikasi oleh petugas teknis di lapangan dari BPTPH Provinsi Banten.
Menurutnya, pemantauan melibatkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PPOPT), petugas teknis, serta tim terkait yang nantinya melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap kondisi tanaman maupun lahan pertanian.
“Untuk menyebut terdampak atau tidak, tentu ada penilaian terlebih dahulu. Ada petugas dari BPTPH Provinsi Banten, POPT, petugas teknis, dan tim verifikasi. Sampai saat ini belum ada laporan dari mereka terkait adanya dampak terhadap pertanian,” jelasnya.
Dodi memastikan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan. Jika nantinya ditemukan dampak terhadap lahan atau tanaman pertanian akibat hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, pihaknya akan menindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan petugas.
“Jadi sampai saat ini belum ada laporan maupun keluhan dari petani terkait dampak hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” pungkasnya.
