Dampak Bibit Siklon dan Monsun Australia, Malang Raya Diterjang Angin Kencang Hingga 35 Kilometer Perjam

24 Juli 2026 13:56 24 Jul 2026 13:56

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dampak Bibit Siklon dan Monsun Australia, Malang Raya Diterjang Angin Kencang Hingga 35 Kilometer Perjam

Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Karangploso Malang, Retno Wulandari saat menunjukkan peta kondisi angin kencang, Jumat, 24 Juli 2026 (Foto : Kukuh / Ketik)

KETIK, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Jawa Timur termasuk Malang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi angin muson timur Australia yang sedang menguat dan bibit siklon tropis yang berada di timur Filipina. 

Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Karangploso Malang, Retno Wulandari, mengatakan bahwa kombinasi tersebut memengaruhi kecepatan angin di wilayah Jawa Timur menjadi lebih kencang dari biasanya. 

"Kombinasi menguatnya monsun Australia dan adanya bibit siklon tropis, secara tidak langsung menarik massa udara. Sehingga, kecepatan angin di wilayah Jawa Timur termasuk Malang Raya menjadi lebih kencang," ujarnya kepada Ketik.com, Jumat, 24 Juli 2026. 

Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi, kecepatan angin di wilayah Karangploso rata-rata mencapai 30 kilometer perjam. Sementara untuk wilayah Malang Selatan yaitu Kecamatan Pagelaran dan Kalipare, Kabupaten Malang, kecepatan angin bisa mencapai hingga 35 kilometer perjam. 

"Kondisi angin kencang ini terjadi sepanjang hari baik siang maupun malam. Selain itu, adanya angin kencang ini dapat menjadi salah satu pemicu gelombang tinggi laut di pesisir selatan Jawa Timur," ungkapnya. 

Retno menjelaskan, kondisi angin kencang ini diprediksi akan terus berlangsung hingga Senin, 27 Juli 2026. Sedangkan terkait suhu udara yang terasa lebih dingin, ia mengungkapkan bahwa hal itu lazim terjadi pada periode bulan Juli dan Agustus.

"Ini adalah kondisi yang normal karena angin monsun Australia yang bersifat dingin dan kering sedang aktif. Namun dari pantauan kami, suhu udara telah meningkat dibandingkan saat awal bulan," terangnya.

"Tercatat, suhu minimum di Karangploso pada hari ini berada di angka 18 derajat Celcius, dibandingkan saat awal bulan yang dapat menyentuh 14 hingga 15 derajat Celsius. Tetapi karena ada angin kencang, sehingga rasanya seperti lebih dingin," bebernya. 

Dengan adanya kondisi angin kencang, maka meningkatkan potensi terjadinya pohon tumbang, papan reklame roboh, hingga kerusakan atap rumah. Sehingga, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, baliho atau atap rumah yang dapat roboh akibat angin kencang. Termasuk, jangan melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran lahan," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Angin kencang Picu Gelombang Tinggi Wilayah Malang Raya Bmkg Karangploso