KETIK, PEMALANG – Festival Literasi Kabupaten Pemalang 2026 resmi dibuka sebagai upaya memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Kegiatan berlangsung mulai 29 Juli hingga 4 Agustus 2026 ini dipusatkan di Halaman Gedung Olahraga (GOR) Kridanggo dan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpuska) Kabupaten Pemalang.
Pembukaan festival dilakukan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo, mewakili Wakil Bupati Pemalang Nurkholes.
Mengusung tema "Literasi Digital Menuju Pemalang Bercahaya, Membaca, Berkarya, Berinovasi untuk Pemalang Bercahaya", festival ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era transformasi digital.
Berbagai kegiatan edukatif dan kreatif diselenggarakan selama festival berlangsung. Diantaranya bedah buku, talkshow literasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), workshop AI, lomba literasi untuk berbagai jenjang usia, pentas budaya, hingga edukasi transaksi digital bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Literasi Kabupaten Pemalang. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya literasi melalui kolaborasi berbagai pihak.
Rahmah menegaskan bahwa peningkatan minat baca merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat.
Ia juga mendorong setiap sekolah, desa, dan perangkat daerah memiliki perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat serta memperkuat gerakan literasi hingga tingkat posyandu melalui penyediaan pojok baca dan berbagai aktivitas edukatif.
Sementara itu, Kepala Dinperpuska Kabupaten Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo, mengatakan literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis.
Tetapi juga kemauan untuk terus belajar, berpikir terbuka, serta memanfaatkan pengetahuan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, literasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi yang benar, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Budaya membaca harus terus ditumbuhkan sebagai investasi besar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.
Edy menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pemalang terus memperkuat ekosistem literasi melalui peningkatan layanan perpustakaan, penguatan perpustakaan desa, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, perluasan literasi digital, serta kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas literasi, dunia usaha, dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Unit Data, Statistik, dan Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Agung Sukmohadi, menyampaikan komitmen Bank Indonesia untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam meningkatkan literasi digital, khususnya di bidang keuangan digital.
Agung menjelaskan, penguatan literasi digital menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan transaksi digital melalui QRIS dan maraknya berbagai modus penipuan digital. Karena itu, masyarakat perlu memahami peluang sekaligus risiko dalam ekosistem digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan produktif.
Pembukaan Festival Literasi Kabupaten Pemalang 2026 turut dihadiri unsur Forkopimcam Pemalang, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan.(*)
