KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu mulai menjajaki pengadaan bianglala baru untuk menghidupkan kembali wahana di Alun-Alun yang berhenti beroperasi sejak Desember 2022. Penjajakan tersebut semakin serius setelah salah satu produsen bianglala asal China datang langsung ke Kota Batu untuk meninjau lokasi.
Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan proses pencarian wahana baru berawal ketika perwakilan Pemkot Batu bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengunjungi sebuah pameran wahana di Ancol, Jakarta.
Dalam pameran tersebut, tambah dia, Pemkot Batu melihat berbagai pilihan wahana yang berpotensi dikembangkan di kawasan Alun-Alun Batu.
Pameran itu juga menjadi kesempatan bagi Pemkot Batu untuk melihat produk bianglala dari sejumlah produsen, termasuk yang dinilai dapat memenuhi kebutuhan kawasan wisata di pusat Kota Batu.
“Jadi setelah pameran mereka sendiri yang datang langsung ke sini melihat langsung lokasi di Alun-Alun Batu,” ujarnya, Selasa, 15 September 2026.
Komunikasi dengan produsen berlanjut setelah pameran hingga akhirnya pihak perusahaan asal China tersebut datang untuk melihat kondisi lokasi secara langsung.
Pemkot Batu ingin memastikan wahana yang dipilih nantinya tidak hanya memiliki daya tarik secara visual, tetapi juga memenuhi pertimbangan kualitas dan efisiensi harga.
“Intinya nanti kita ingin beli dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik,” tegas Alfi.
Pihaknya saat ini masih membahas mekanisme pengadaan bianglala tersebut. Beberapa pilihan skema tengah dipertimbangkan, mulai dari pembelian unit sekaligus menggunakan jasa pemasangan hingga membeli unit dan melaksanakan pemasangan berdasarkan mekanisme yang ditentukan.
Jika proses tersebut berjalan sesuai rencana, pemasangan bianglala baru ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027.
Menurut Alfi, rencana aktivasi bianglala tidak semata-mata ditujukan untuk menggantikan wahana yang telah lama berhenti beroperasi.
Pemerintah melihat keberadaan wahana tersebut sebagai salah satu bagian dari upaya mengoptimalkan kawasan Alun-Alun Batu sebagai ruang publik sekaligus kawasan wisata di pusat kota.
Kehadiran bianglala baru diharapkan dapat memberikan tambahan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung. Alun-Alun Batu selama ini menjadi salah satu ruang publik yang mudah dijangkau wisatawan ketika berada di pusat kota.
Dengan adanya wahana tersebut, pengunjung nantinya tidak hanya menikmati suasana kawasan Alun-Alun, tetapi juga mendapatkan pilihan aktivitas untuk menikmati panorama Kota Batu dari ketinggian.
Keberadaan bianglala diharapkan turut membuat wisatawan memiliki alasan untuk menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut.
“Target Pemkot Batu sederhana, membuat Alun-Alun semakin hidup, semakin menarik, dan semakin memikat wisatawan yang datang ke Kota Batu,” jelas Alfi.
Sebelumnya, bianglala di Alun-Alun Batu telah berhenti beroperasi sejak Desember 2022. Selama hampir empat tahun, kerangka wahana yang tidak lagi berputar tersebut tetap berada di kawasan Alun-Alun dan menjadi salah satu pemandangan yang cukup mencolok bagi pengunjung. (*)
