Tembus 39.586 Kunjungan, Anak Muda Betah Nugas di Perpustakaan Kota Malang

17 Mei 2026 04:30 17 Mei 2026 04:30

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tembus 39.586 Kunjungan, Anak Muda Betah Nugas di Perpustakaan Kota Malang

Anak muda masih gemar mengunjungi Perpustakaan Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Kota Malang masih tinggi dengan mencatatkan 39.586 kunjungan hingga April 2026. Angka yang didominasi oleh anak muda ini membuktikan keberadaan perpustakaan masih diminati di tengah masifnya gempuran media sosial.

Jumlah kunjungan tersebut tidak hanya dihimpun dari gedung Perpustakaan Umum Kota Malang. Melainkan akumulasi dari berbagai titik layanan, mulai dari perpustakaan keliling, Lapas, Pojok baca digital (Pocadi) Trunojoyo, Pocadi MPP, Perpustakaan MCC, Pojok Braille, hingga layanan pesan antar buku.

Kondisi ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan 38.436 kunjungan. Sementara itu, jika dihitung secara keseluruhan termasuk kunjungan digital (seperti Perpustakaan Digital, Website, YouTube, Instagram, X.com, TikTok, dan Titik Baca) angkanya melonjak dari 78.790 kunjungan hingga April 2025 menjadi 86.618 kunjungan pada April 2026.

Pustakawan Muda Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang, Santoso Mahargono, menjelaskan bahwa jumlah kunjungan bulanan ke Perpustakaan Kota Malang sebenarnya cenderung fluktuatif. Meski demikian, kalangan mahasiswa tetap mendominasi segmentasi pengunjung.

"Kalau dari kajian yang pernah dilakukan, nomor satu memang mahasiswa. Kota Malang ini kan 55 kampus, otomatis atmosfer ini terbawa juga di perpustakaan umum," ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Meskipun setiap perguruan tinggi telah menyediakan fasilitas literasi mandiri, mahasiswa kerap beralih ke Perpustakaan Umum Kota Malang saat referensi buku yang mereka cari tidak ditemukan di kampus.

Di perpustakaan daerah ini, aktivitas mereka tidak terbatas pada meminjam atau membaca buku saja. Banyak dari mereka yang memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas kuliah, hingga sekadar menikmati suasana tenang berpemandangan kawasan Jalan Besar Ijen.

"Artinya mahasiswa itu kalau di kampusnya tidak menemukan buku yang diinginkan, dia akan mencari ke sini. Kemudian selain mahasiswa, ada pelajar, anak-anak, baru yang keempat ini orang dewasa atau pengunjung umum," lanjutnya. 

Demi mendongkrak minat baca masyarakat, Perpustakaan Umum Kota Malang terus berbenah, salah satunya dengan memangkas birokrasi akses layanan.

"Duku kalau mau menjadi anggota itu harus isi formulir, minta tanda tangan RT untuk membuktikan domisilinya di Kota Malang. Untuk yang Kota Malang cukup KTP. Kan ribet, otomatis kita memangkas birokrasi sehingga mereka mendapatkan kemudahan untuk mengakses bacaan," katanya. 

Selain mempermudah administrasi, pihak perpustakaan juga memperluas jangkauan dengan menempatkan titik layanan baca di lokasi strategis, seperti MPP, MCC, beberapa taman kota, hingga optimalisasi perpustakaan digital.

"Dulu perpustakaan digital membacanya harus radius 100 meter dari tugu. Kita tinggal scan terus baca. Kalau sekarang enggak, sekarang sudah di Play Store, sudah di iOS, tinggal download kemudian nanti bacaannya bisa di HP masing-masing," ungkapnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Perpustakaan Kota Malang Anak Muda Membaca Literasi Kota Malang Hari Buku Nasional Gemar Membaca