KETIK, MALANG – Liburan kampus menjadi momentum bagus bagi santri Pesantren Tahfidz Bani Yusuf Malang untuk memperbaiki kualitas hafalan mereka. Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa yang memanfaatkan masa libur untuk beristirahat, mereka justru tetap berada di pesantren.
Para santri juga terus menambah dan mengulang hafalan selama masa liburan, bahkan oleh pengasuh disediakan tambahan waktu setoran hafalan bagi santr khusus.
Masa libur menjadi waktu yang tepat bagi santri untuk meningkatkan hafalan Al-Qur'an, karena selama perkuliahan santri harus membagi waktu dengan berbagai tugas akademik. Akibatnya, proses menghafal tidak selalu dapat berjalan secara maksimal.
"Ketika kuliah alasannya banyak tugas sehingga tidak bisa istiqamah menambah hafalan. Ketika perkuliahan libur banyak waktu kosong lha kok malah pulang, momentum itu harus dimaksimalkan untuk menghafal," ujar KH Abd Rouf Pengasuh Pesantren Tahfidz Bani Yusuf Malang.
Karena itu, pesantren tetap menyelenggarakan pembinaan selama masa libur. Santri hanya diberikan kesempatan pulang dalam waktu terbatas, kemudian kembali ke pesantren untuk melanjutkan program tahfidz yang telah disusun. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga konsistensi hafalan santri.
"Kami ingin momentum libur ini benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat hafalan. Jangan sampai ketika kuliah sibuk, lalu saat libur juga tidak ada peningkatan hafalan," kata Kiai Rouf.
Lebih lanjut, Kiai Rouf berharap pembiasaan tersebut dapat menumbuhkan sikap disiplin dan istiqamah dalam diri santri. Menurutnya, menjadi penghafal Al-Qur'an membutuhkan komitmen yang harus terus terjaga, termasuk pada masa libur para mahasiswa harusnya dapat menjadi kesempatan baik untuk semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur'an. (*)
