KETIK, MALANG – Sebanyak 925 warga Kota Malang terjangkit Tuberculosis (TBC) hingga akhir Mei 2026. Dari total tersebut, kalangan laki-laki mendominasi kasus positif TBC.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Meifta Eti Winindar. Meskipun terdapat 925 jumlah kasus positif, kondisi tersebut masih tergolong stabil dari tahun ke tahun.
"Untuk jumlah pasien TBC di Kota Malang dikategorikan masih dalam kategori stabil dari tahun ke tahun. Kita melakukan screening sesuai dengan target yang ditetapkan, melakukan active case finding," ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Dinkes Kota Malang juga melakukan pemeriksaan lanjutan berupa sampel utama untuk Tes Cepat Molekuler (TCM). Terdapat 1.433 orang terduga TBC telah masuk dalam pemeriksaan lanjutan menggunakan TCM selama periode Januari hingga akhir Mei 2026.
Bahkan hingga akhir Mei 2026 ini terdapat 24 pasien TBC yang meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2025 lalu sebanyak 230 orang meninggal akibat TBC.
"Untuk kelompok usianya, kami menemukan mulai dari balita sampai dengan lansia, semuanya ada, begitu. Untuk kelompok laki-laki dan perempuan, kita paling banyak laki-laki (positif TBC)," kata Meifta.
Pengecekan dilakukan di masing-masing layanan, seperti setiap poli di rumah sakit Kota Malang. Uoaya tersebut membuat pasien TBC tak hanya terdeteksi dari poli penyakit dalam saja, namun pasien di poli lainnya.
Meifta menjelaskan setelah melakukan deteksi dini dan diagnosa berupa pemeriksaan dahak menggunakan catridge TCM, dilakukan pengobatan sesuai dengan standar.
"Kalau pasien dalam kategori TB sensitif obat, maka kita lakukan pemberian obat itu sesuai dengan standar yaitu 6 bulan. Sedangkan TB yang resisten obat, maka dilakukan pengobatan sesuai ketentuan yang tentu saja ada pertimbangan lain. Namun lebih lama daripada 6 bulan tersebut," pungkasnya. (*)
