KETIK, MALANG – Butuh waktu hingga 12 tahun bagi Wakil Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) Prof Mohammad Saifur Rohman untuk menghasilkan minuman sehat bagi penderita sindrom metabolik. Minuman tersebut bernama Deteko yang lahir dari perpaduan kopi hijau dan teh hijau.
Prof Saifur menjelaskan, minuman tersebut lahir sebagai alternatif bagi penikmat teh dan kopi yang kini marak digemari masyarakat. Deteko dapat menjadi obat tambahan yang baik untuk kesehatan.
“Konsep awal Deteko adalah mengembangkan minuman fungsional yang disukai masyarakat dapat menjadi obat tambahan selain obat-obatan yang tersedia di pasaran, terutama yang diperuntukkan untuk pasien dengan sindrom metabolik,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sindrom metabolik merupakan kondisi kesehatan yang terjadi bersamaan. Mulai dari obesitas sentral (perut buncit), tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, dan kolesterol baik (HDL).
“Sindrom metabolik perlu perhatian lebih, karena sekarang penderitanya semakin banyak. Kalau ini dibiarkan, bisa-bisa lebih banyak orang yang menderita penyakit jantung. Saya sebagai dokter jantung ingin masyarakat menjadi semakin sehat dengan mengkonsumsi Deteko sebanyak dua kali sehari yang telah teruji klinis dapat menurunkan tensi, kegemukan, kolesterol, dan resiko serangan jantung ke depan,” jelasnya.
Teh hijau dan kopi hijau dalam Deteko melalui proses penurunan kafein untuk mengurangi jantung berdebar. Kondisi jantung berdebar dapat memicu penderita penyakit jantung mengalami sesak, serangan jantung, hingga pingsan. Namun kandungan dan manfaat dari teh hijau dan kopi hijaunya tetap terjaga.
“Kami menerbitkan sedikitnya tiga jurnal internasional setiap tahun. Pengembangan Deteko sendiri telah memakan waktu dua belas tahun yang berarti sudah menghasilkan tiga puluh enam publikasi ilmiah internasional. Artinya, produk ini sudah terbukti secara ilmiah,” jelasnya. (*)
