KETIK, MALANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat dengan menggelar aksi sosial di Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Kota Malang, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Berkolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (UB), Lapas Malang menghadirkan layanan kesehatan gratis sekaligus memamerkan produk-produk unggulan karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Seksi Perawatan Lapas Kelas I Malang, Moch. Agung Bachtiar, mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut merupakan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia sekaligus tindak lanjut 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Sebanyak 100 orang pengunjung CFD datang ke booth kami dan memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi cek tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat,” katanya.
“Kegiatan bakti sosial ini memang terus kami lakukan, dan kami berharap dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menunjukkan bahwa Pemasyarakatan hadir untuk melayani masyarakat," imbuhnya.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, Lapas Kelas I Malang juga memamerkan berbagai karya WBP. Mulai dari batik tulis, lukisan, kaos sablon, hingga produk kuliner seperti sari kedelai, telur asin dan tempe.
Suasana semakin meriah dengan atraksi live painting oleh Tri selaku pembina seni lukis di Lapas Malang. Kurang lebih selama 40 menit, ia melukis secara langsung suasana CFD Jalan Ijen.
Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Malang, Agung Fajar, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan kualitas karya warga binaan kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan terhadap hasil pembinaan di dalam lapas
"Kami terus berupaya mengenalkan karya warga binaan kepada masyarakat. Alhamdulillah, masyarakat memberikan respons yang sangat positif dan sebagian hasil penjualan produk dikembalikan kepada warga binaan yang tercatat pada buku tabungan premi," bebernya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
"Kami berharap, kegiatan seperti ini semakin membuka ruang interaksi antara lapas dengan masyarakat. Sehingga bisa tahu, bahwa lapas bukan sekedar tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat pembinaan yang membentuk keterampilan, produktivitas, dan harapan baru bagi warga binaan," tandasnya. (*)
.png)