34.000 Warga Kota Malang Masih Miskin, Pemerintah Targetkan 50 Keluarga Mandiri Tiap Tahun

7 Juli 2026 14:25 7 Jul 2026 14:25

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 34.000 Warga Kota Malang Masih Miskin, Pemerintah Targetkan 50 Keluarga Mandiri Tiap Tahun

Ilustrasi kemiskinan di Kota Malang, pemerintah targetkan 50 keluarga tergraduasi tiap tahun. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sebanyak 34.000 warga Kota Malang masih miskin di sepanjang tahun 2025. Pemerintah Kota Malang pun kembali manergetkan 50 keluarga mandiri setiap tahun. 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan, kemiskinan di Kota Malang masih berada di angka 3,87 persen. 

"Angka kemiskinan di Kota Malang kan 3,87 persen tahun 2025. Kita memakai data BPS, sekitar 34.000 jiwa," ujar Donny, Selasa, 7 Juli 2026.

Tingginya angka kemiskinan tersebut membuat Pemkot Malang menargetkan minimal masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dapat tergraduasi setiap tahunnya. Salah satu indikator graduasi tersebut ialah tidak lagi mendapatkan PKH dan memiliki pekerjaan layak. 

"Kalau target penurunan angka kemiskinan tidak ada, cuman target untuk graduasi setiap tahun itu minimal 50 masyarakat penerima PKH itu tergraduasi. Artinya dia sudah layak untuk tidak mendapatkan PKH dan mempunyai pekerjaan yang layak," lanjutnya. 

Saat ini terdapat hampir 200.000 warga Kota Malang yang menerima bantuan sosial (bansos). Menurut Donny, kondisi tersebut membuat hampir seluruh masyarakat miskin di Kota Malang telah merasakan bantuan dari pemerintah. 

"Cuma kenyataannya, masih ada masyarakat yang masuk di desil 1-2 tapi mereka belum pernah mendapat bantuan. Sehingga kalau di Dinsos, Pak Camat, Pak Lurah kan paling tidak 3 bulan sekali kan mereka mengadakan Muskel (Musyawarah Kelurahan)," sebutnya. 

Melalui muskel tersebut diharapkan masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan dapat terjaring. Selain itu juga mengantisipasi masyarakat mendapatkan bantuan ganda. 

"Jadi kalau misalnya sudah dapat PKH, sudah dapat BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), tidak boleh dapat bantuan dari APBD. Paling tidak, kita bisa menjangkau masyarakat yang belum pernah mendapat bantuan atau masyarakat yang tiba-tiba miskin. Kriterianya itu kan desil itu kan miskinBantuan Pangan Non Tunai, ekstrem, miskin," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

warga miskin Graduasi Kemiskinan Kota Malang Pemkot Malang Bantuan Pangan Non Tunai Program Keluarga Harapan Kepala Dinsos-p3ap2kb Kota Malang Donny Sandito