UNESA Gelar PKM di SMAN 1 Karas, Siswa Double Track Tata Boga Kembangkan Inovasi Thai Milk Bun Labu Kuning

5 Juni 2026 10:19 5 Jun 2026 10:19

Athik Roisana, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail UNESA Gelar PKM di SMAN 1 Karas, Siswa Double Track Tata Boga Kembangkan Inovasi Thai Milk Bun Labu Kuning

Pelatihan pembuatan thai milk bun berbahan dasar labu kuning di SMAN 1 Karas Magetan, 4 Juni 2026. (Foto: Athik Roisana for Ketik.com)

KETIK, MAGETAN – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pendidikan vokasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di SMAN 1 Karas, Kabupaten Magetan, pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, bertempat di aula sekolah dan dilanjutkan di Ruang Pertemuan SMAN 1 Karas.

PKM ini diikuti oleh 30 siswa program double track tata boga SMAN 1 Karas yang tergabung dalam lima kelompok usaha siswa. Kehadiran tim PKM dari UNESA yang berjumlah tujuh orang memberikan semangat tersendiri bagi peserta untuk belajar langsung dari praktisi dan akademisi di bidang tata boga.

Rangkaian kegiatan diawali secara khidmat dengan pembacaan basmalah oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penanaman nilai nasionalisme. Suasana aula tampak penuh semangat dan antusiasme dari para siswa, tim double track SMAN 1 Karas, serta tim pelaksana PKM.

Kepala SMAN 1 Karas, Idha Rakhmawati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program double track merupakan salah satu upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan praktis yang dapat digunakan setelah lulus.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya menerima ilmu secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan yang diperoleh. Lebih dari itu, siswa diharapkan mampu mengembangkan produk yang memiliki nilai jual dan dapat dipasarkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Foto Kegiatan PKM UNESA di SMAN 1 Karas. (Foto: Athik Roisana for Ketik.com)Kegiatan PKM UNESA di SMAN 1 Karas. (Foto: Athik Roisana for Ketik.com)

Sementara itu, Hanif Naufal Ahmi dari Program Studi Pendidikan Tata Boga UNESA selaku ketua tim PKM menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang berbasis praktik langsung agar siswa memperoleh pengalaman nyata dalam proses produksi makanan.

“Kami ingin siswa memahami bahwa membuat roti manis bukan hanya sekadar mengikuti resep, tetapi juga memahami teknik agar menghasilkan tekstur yang lembut dan kualitas yang baik. Dengan mencoba sendiri dan berhasil, kepercayaan diri siswa akan tumbuh,” jelas Hanif.

Sebagai bagian dari penguatan sinergi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMAN 1 Karas dan UNESA. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk program berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi siswa.

Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan di laboratorium tata boga. Para siswa secara langsung mempraktikkan pembuatan thai milk bun dengan inovasi menggunakan puree labu kuning sebagai bahan utama. Selain itu, adonan juga menggunakan tepung terigu protein tinggi, gula, bread improver, serta diperkaya dengan gula pasir, kuning telur, mentega, dan susu cair UHT. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan roti dengan tekstur yang lebih lembut, aroma yang menggugah selera, serta cita rasa yang lebih kaya.

Selama proses praktik, siswa bekerja secara berkelompok sesuai dengan unit usaha masing-masing. Mereka tampak aktif berdiskusi, membagi tugas, serta mencoba setiap tahapan mulai dari pencampuran bahan, pengulenan, fermentasi, hingga proses pemanggangan. Pendampingan langsung dari tim PKM UNESA membuat siswa lebih percaya diri dalam mencoba dan mengeksplorasi teknik baru.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kewirausahaan. Siswa diajak untuk berpikir tentang bagaimana produk yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang nyata.

Salah satu peserta, Syarlotta, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini. Ia merasa bahwa pengalaman yang didapat sangat berharga dan membuka wawasan baru.

“Kegiatan ini sangat berkesan bagi saya, karena ternyata dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita bisa diolah menjadi produk yang rasanya istimewa,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Keysa, peserta double track yang telah memiliki usaha toko kue di rumahnya. Ia melihat kegiatan ini sebagai peluang untuk mengembangkan usaha yang sudah dirintisnya.

“Saya berharap kegiatan PKM seperti ini bisa terus dilakukan di tahun-tahun mendatang, sehingga adik kelas juga bisa merasakan manfaatnya. Saya juga berharap usaha toko kue saya bisa semakin berkembang, dan produk yang kami pelajari hari ini bisa menjadi salah satu produk jualan, baik di rumah maupun di kelompok usaha saya,” ujarnya.

Sebagai penutup, kegiatan PKM diakhiri dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dari SMAN 1 Karas kepada tim UNESA serta pemberian tanda mata dari tim Tata Boga UNESA kepada pihak sekolah. Momen ini menjadi simbol terjalinnya kerja sama yang harmonis dan berkelanjutan antara kedua institusi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki keterampilan teknis di bidang tata boga, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Program seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dapat memberikan dampak positif dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri, inovatif, dan siap bersaing di masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

double track SMAN 1 Karas Unesa Universitas Negeri Surabaya Pendidikan Vokasi