Tim Moto2 Honda Team Asia tiba di putaran ke-17 Kejuaraan Dunia Moto2 2026 GP Indonesia akhir pekan ini, 9-11 Oktober 2026, dengan tekad bangkit di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Pada balapan pekan lalu di Jepang, dua rider mereka Mario Suryo Aji dan Taiyo Furusato sama-sama gagal finis karena mengalami insiden kecelakaan di tengah balapan.
Bagi Mario Suryo Aji, race kendang Grand Prix Indonesia merupakan salah satu akhir pekan terbesar dan terpenting dalam musimnya. Balapan di depan pendukung tuan rumah membawa ekspektasi tambahan, tetapi juga motivasi ekstra untuk memberikan performa yang kuat bagi para pendukung dan timnya.
Terlebih, dia mengenal sirkuit Mandalika dengan baik dari pengalaman sebelum-sebelumnya. Itu memberikan fondasi yang berharga saat rider asal Magetan Jawa Timur itu berupaya membangun momentum sejak sesi pembukaan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
"Datang ke Mandalika untuk Grand Prix kandang saya selalu menjadi sesuatu yang sangat istimewa. Ada banyak motivasi karena saya tahu betapa besar dukungan yang kami dapatkan dari para penggemar Indonesia, dan saya benar-benar ingin membalasnya dengan penampilan saya," ucap Mario Aji.
Dia menambahkan, hasil di Jepang jelas mengecewakan. Dia menyebut itu akhir pekan yang sulit dan kecelakaan di balapan berarti tidak dapat menunjukkan kecepatan sesungguhnya yang dia miliki. Mario Aji bertekad melupakan itu dan fokus pada akhir pekan ini.
"Saya mengenal sirkuit ini dengan baik, dan saya ingin menggunakan pengalaman itu untuk memulai dengan kuat dari FP1, membangun performa kami selangkah demi selangkah dan menempatkan diri kami pada posisi yang baik untuk balapan. Akan selalu ada ekspektasi ketika Anda balapan di kandang sendiri, tetapi saya ingin mengubah tekanan itu menjadi motivasi. Saya ingin menikmati akhir pekan ini, memberikan semua yang saya miliki untuk tim dan untuk semua penggemar Indonesia, dan berjuang untuk hasil yang kami tahu dapat kami raih. Saya siap memberikan segalanya di Mandalika," jelas Mario Aji. (*)
