KETIK, KEDIRI – Gangguan perjalanan kereta api yang disebabkan aktivitas pembakaran di sekitar lintasan menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (Persero) daerah operasi 7 Madiun. KAI memasifkan sosialisasi kepada masyarakat soal dampak aktivitas pembakaran di sekitar lintasan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan edukasi soal aktivitas pembakaran di sekitar lintasan penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan. Langkah antisipatif tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan kereta.
"PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api mengingat banyaknya semak, ilalang, dan sisa panen yang kering di sepanjang jalur KA," kata Tohari.
Langkah preventif secara masif terus dilakukan KAI agar insiden serupa tak terulang. Sebelumnya, perjalanan KA 273 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong terpaksa berhenti luar biasa (BLB) imbas aktivitas pembakaran di sekitar lintasan 172+2/3 petak jalan Stasiun Kras-Ngadiluwih Kediri.
"Informasi dari masinis KA 273 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong yang harus berhenti luar biasa (BLB) akibat terlihat kobaran api di dekat jalur KA yang berasal dari pembakaran lahan tebu oleh warga serta disertai angin kencang mengarah ke jalur KA," imbuhnya.
Aktivitas pembakaran di sekitar lintasan yang menyebabkan gangguan perjalanan kereta juga terjadi di Km 134+400 jalur hilir petak Stasiun Bagor-Saradan akibat kebakaran ilalang yang diduga dibakar oleh orang tak dikenal. Meskipun tidak sampai menyebabkan KA BLB, kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
"Informasi dari Masinis KA 278 Sritanjung saat melintas terdapat api dekat jalur KA," katanya.
Sesuai standar operasional, kata Tohari, jika terjadi kebakaran atau kepulan asap tebal di dekat jalur KA, masinis yang melintas wajib mengambil tindakan preventif dengan mengurangi kecepatan kereta api, bahkan menghentikan perjalanan secara luar biasa. Langkah darurat ini diambil untuk memastikan bahwa dampak kebakaran tidak membahayakan rangkaian KA, penumpang, maupun fasilitas operasi.
"Masinis yang melihat potensi bahaya kebakaran akan segera melaporkan gangguan tersebut kepada Pusat Pengendali Perjalanan KA (Pusdal). Laporan ini kemudian diteruskan secara real-time kepada unit pengamanan, fasilitas jalan rel, serta KA-KA selanjutnya yang akan melewati petak jalan tersebut guna mengantisipasi risiko lebih lanjut," jelasnya.
Untuk itu, KAI Daop 7 Madiun memberikan imbauan keras kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah, jerami, maupun lahan di dekat jalur rel karena berpotensi memicu kebakaran yang cepat meluas akibat hembusan angin. Terlebih lagi, mayoritas jalur KA di wilayah Daop 7 melintasi area persawahan dan perkebunan.
"Pada musim kemarau seperti saat ini, kombinasi antara material kering dan angin kencang membuat api sekecil apa pun sangat cepat menjalar menuju ruang manfaat jalur KA," tambahnya.
Bahaya dari aktivitas pembakaran jerami, ilalang dan sampah tersebut, lanjut Tohari tidak boleh diremehkan. Selain asap tebal yang dapat menghalangi pandangan masinis, kobaran api yang menjalar cepat akibat angin kencang berisiko tinggi memicu insiden fatal jika menyambar bagian lokomotif atau kereta penumpang. Potensi bahaya jauh lebih besar apabila yang melintas adalah kereta api barang yang membawa muatan logistik atau bahan yang mudah terbakar.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keselamatan, PT KAI Daop 7 Madiun terus melakukan patroli rutin di sepanjang jalur rawan, menggencarkan sosialisasi langsung kepada para kelompok tani dan warga di sekitar rel, serta menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) di pos-pos penjagaan. KAI juga tidak akan segan mengambil langkah hukum tegas mengacu pada UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian bagi siapa saja yang dengan sengaja melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
"Keselamatan adalah urat nadi dari seluruh operasional KAI. Mari bersama-sama kita jaga keselamatan perjalanan kereta api. Perjalanan kereta api yang aman dan selamat adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya. (*)
