Sukses Redam Perseteruan Ormas di Bitung, Praktisi Hukum Apresiasi Langkah Humanis Kapolres AKBP Arie Sulistyo Nugroho

17 September 2026 09:13 17 Sep 2026 09:13

Maulana Haviz, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sukses Redam Perseteruan Ormas di Bitung, Praktisi Hukum Apresiasi Langkah Humanis Kapolres AKBP Arie Sulistyo Nugroho

Kapolres Bitung, bersama ketiga pimpinan ormas, di ruang transit Polres Bitung, Rabu 16 September 2026. (Foto: Humas Polres Bitung)

KETIK, BITUNG – Langkah humanis Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, mempertemukan dan mendamaikan tiga tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bitung mendapat apresiasi dari praktisi hukum, Rio Pusung.

Ketiga tokoh yakni, Hasisanto Pasa alias Kep Anto, Ketua Forsa Warkop Bitung, Richard Mamuntu, Ketua Ormas Adat Esa Keter, serta Mario Mamuntu, Ketua Ormas Brigade Nusa Utara, dipertemukan di Ruang Transit Polres Bitung, Rabu, 16 September 2026.

Informasi yang diterima ketik.com dalam pertemuan tersebut, ketiga tokoh didampingi Kasat Intelkam dan KBO Intelkam Polres Bitung. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Ketiganya kemudian sepakat mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi serta berkomitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bitung.

Menurut Rio, langkah Kapolres tersebut menunjukkan pendekatan kepolisian yang mengedepankan penyelesaian masalah secara damai, sekaligus mencegah potensi konflik meluas di tengah masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi langkah Pak Kapolres. Beliau tidak memilih jalur represif dengan langsung memproses hukum, tapi memilih menjadi jembatan perdamaian. Ini cerdas dan humanis," ujar Pengacara yang dikenal humble itu, kepada wartawan, Kamis, 17 September 2026.

Rio menilai pendekatan tersebut relevan dengan kondisi Kota Bitung yang memiliki sejumlah organisasi kemasyarakatan dengan basis massa yang kuat. 

Menurutnya, penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan mediasi dapat menjadi langkah pencegahan agar kesalahpahaman tidak berkembang menjadi konflik antar kelompok.

"Kalau langsung pakai pasal, yang ada malah dendam berkepanjangan dan bisa memicu bentrok antar kelompok. Tapi dengan mediasi seperti ini, masalah selesai di akarnya," jelas Rio.

"Ketiga tokoh itu dilibatkan, dihargai, dan diajak berpikir tentang kepentingan Kota Bitung yang lebih besar. Ini langkah bijaksana seorang Kapolres," tambahnya.

Rio juga menyoroti sikap Kapolres yang menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan untuk menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar, melainkan mencari jalan terbaik bagi semua pihak.

"Itu kunci mediasi yang berhasil. Polisi memposisikan diri sebagai mediator netral. Ini yang membuat Hasisanto Pasa, Richard Mamuntu, dan Mario Mamuntu mau membuka hati untuk saling memaafkan," jelasnya.

Rio berharap pendekatan serupa dapat terus dipertahankan Polres Bitung sebagai bagian dari upaya preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Keamanan itu bukan cuma tugas polisi. Apa yang disampaikan Pak Kapolres sudah benar, bahwa ini tanggung jawab bersama. Dengan merangkul tokoh-tokoh masyarakat seperti ini, Bitung akan tetap aman, damai, dan kondusif. Torang Samua Basudara itu bukan sekadar slogan," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Polres Bitung Rio Pusung Info Bitung