KETIK, KEDIRI – Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi kuliner pasar tradisional melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung pengembangan UMKM lokal sekaligus mendorong transformasi pemasaran berbasis digital di era modern.
Melalui proyek publikasi digital tersebut, mahasiswa terjun langsung ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri untuk mendokumentasikan aktivitas pedagang, Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi lapangan, pengambilan video, proses penyuntingan hingga publikasi konten melalui platform TikTok yang saat ini menjadi salah satu media sosial dengan jumlah pengguna terbesar di Indonesia.
Beberapa kuliner tradisional yang telah dipromosikan antara lain jenang gempol dan ampok urap dari Pasar Pamenang, serta ketan bubuk dan klepon dari Pasar Wates.
Melalui konten-konten tersebut, mahasiswa berupaya mengangkat kembali daya tarik kuliner pasar tradisional yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya dan ekonomi masyarakat lokal.
Selain memproduksi konten, mahasiswa juga melakukan analisis terhadap performa publikasi yang telah diunggah. Evaluasi dilakukan berdasarkan jumlah tayangan, tanda suka (likes), komentar, hingga tingkat interaksi penonton.
Dari hasil pengamatan, media sosial terbukti memiliki potensi besar sebagai sarana promosi bagi pelaku UMKM. Konten yang menarik dan mudah diakses mampu membantu memperkenalkan produk pasar tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.
Berdasarkan informasi dari pedagang ampok dan jenang yang menjadi objek publikasi, promosi melalui media sosial mulai memberikan dampak positif terhadap penjualan meskipun peningkatannya masih dalam skala terbatas.
Para pedagang mengaku penjualan cenderung stabil dengan adanya tambahan pembeli yang mengetahui produk mereka setelah melihat video yang dipublikasikan di media sosial.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemasaran digital dapat menjadi alternatif strategi promosi yang efektif bagi pelaku usaha mikro tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Bagi mahasiswa, program ini tidak hanya menjadi bagian dari implementasi MBKM, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam bidang komunikasi digital, pemasaran, dan pengelolaan media sosial.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu pengembangan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pemanfaatan teknologi digital dalam promosi UMKM dinilai sebagai bentuk inovasi yang mampu memperkuat daya saing usaha lokal di era ekonomi digital.
Selain membantu promosi produk, publikasi yang dilakukan mahasiswa turut mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional yang menjadi warisan budaya daerah.
Dengan semakin dikenalnya produk-produk pasar tradisional melalui media sosial, diharapkan pelaku UMKM dapat memperoleh peluang pasar yang lebih luas serta meningkatkan pendapatan usaha mereka secara berkelanjutan.(*)
