Literasi Anak 2026! Membaca Nyaring Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Keterampilan Baca

18 Mei 2026 22:29 18 Mei 2026 22:29

Virmin Carlo J., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Literasi Anak 2026!  Membaca Nyaring Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Keterampilan Baca

Dialog Lokakarya Membaca Nyaring yang digelar oleh Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah. (Foto: Laman Kemendikdasmen).

KETIK, JAKARTA – Bagi orang tua, pendidikan dini merupakan wadah ampuh untuk menyakinkan anak dari segi kemampuan literasi, rasa percaya diri hingga kebiasaan belajar yang menyenyangkan. Dalam sesi dialog Lokakarya Membaca Nyaring yang digelar oleh Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM).

Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), Kemendikdasmen menjadi wadah kolaboratif untuk memperkuat budaya literasi sejak dini. Aksi ini menunjukan komitmen lembaga pemerintah dan masyarakat pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam laman resmi Kemendikdasmen, Menurut Masmidah Abdul Mu'ti, penasihat DWP Kemendikdasmen, metode membaca nyaring adalah cara yang efektif untuk membangun budaya literasi anak sejak dini.

“Metode membaca nyaring yang diangkat dalam lokakarya ini merupakan pendekatan yang sangat baik karena mampu membangun kedekatan emosional sekaligus menumbuhkan minat baca anak secara alami. Melalui kegiatan membaca nyaring, anak-anak belajar mendengarkan, memahami, membayangkan, dan mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan,” ujar Masmidah.

Adapun Founder Read Aloud Indonesia, Roosie Setiawan, serta pegiat literasi dan penulis buku anak, Sofie Dewayani yang turut hadir. 

Ia menjelaskan, membaca nyaring adalah proses interaktif yang membantu anak mengembangkan kemampuan bahasa, rasa ingin tahu, dan empati. Agar anak lebih terlibat dalam cerita, pembaca juga harus memperhatikan variasi nada suara, ekspresi, kontak mata, dan jeda.

“Pembaca menggabungkan variasi nada, kecepatan, volume, jeda, kontak mata, pertanyaan dan komentar untuk menghasilkan penyampaian yang lancar, bermanfaat dan menyenangkan,” ujar Roosie. (*)

Tombol Google News

Tags:

Lokakarya Membaca Manfaat Membaca Pendidikan Literasi Literasi Membaca Membaca Nyaring Bsrita Pendidikan Info Pendidikan info jakarta Berita Jakarta