Kemenhaj Pastikan Layanan Konsumsi Jemaah Haji Jelang Fase Puncak di Armuzna

19 Mei 2026 08:16 19 Mei 2026 08:16

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kemenhaj Pastikan Layanan Konsumsi Jemaah Haji Jelang Fase Puncak di Armuzna

Jemaah haji Indonesia di Makkah, 18 Mei 2026. (Foto: Dok. Kemenhaj)

KETIK, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan bahwa layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah disiapkan secara optimal. Langkah penguatan ini diambil demi menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan para jemaah selama menjalani puncak rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa operasional penyelenggaraan ibadah haji hingga hari ke-28 telah berjalan dengan baik berkat pendampingan ketat dari petugas di seluruh titik layanan. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah mematangkan persiapan menghadapi fase krusial Armuzna.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 464 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 455 kloter (175.682 jemaah dan 1.820 petugas) sudah tiba di Makkah. Sementara untuk gelombang kedua yang melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat ada 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas yang telah mendarat. Selain itu, 12.180 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Skema Makanan Siap Santap Cita Rasa Nusantara

Mengingat fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan kompleks, Kemenhaj menerapkan skema katering Ready To Eat (makanan siap santap). Skema ini dipilih karena unggul dalam kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi, daya tahan makanan yang baik saat mobilitas tinggi, serta telah memenuhi standar gizi dan higienitas.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” jelas Maria.

Ia menambahkan bahwa menu yang disajikan tetap mempertahankan selera lokal.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” tambahnya.

Jadwal Distribusi Konsumsi

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan total 15 porsi makanan dari pihak syarikah. Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan 6 porsi makanan tambahan untuk fase pra-Armuzna (7-8 Dzulhijjah) dan pasca-Armuzna (13 Dzulhijjah), yang jatuh pada tanggal 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj berkomitmen melakukan pengawasan ketat dan menargetkan seluruh makanan siap santap tersebut sudah terdistribusi ke hotel-hotel jemaah pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum jemaah mulai bergerak ke Armuzna.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Di akhir keterangannya, Maria mengimbau seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kondisi fisik, rutin minum air putih, makan tepat waktu, dan membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ketik Haji Haji 2026 berita haji info haji