9 Tahun Berturut-turut Jadi Negara Paling Bahagia, Ini 5 Filosofi Hidup Masyarakat Finlandia

8 Juli 2026 01:30 8 Jul 2026 01:30

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail 9 Tahun Berturut-turut Jadi Negara Paling Bahagia, Ini 5 Filosofi Hidup Masyarakat Finlandia

Suasana alam di Finlandia yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kedekatan dengan alam, hidup sederhana, serta tidak mengejar kesempurnaan disebut menjadi salah satu rahasia Finlandia mempertahankan gelar negara paling bahagia di dunia selama sembilan tahun berturut-turut. (Foto: SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images)

KETIK, JAKARTA – Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia dalam World Happiness Report 2026.

Gelar tersebut menjadi yang kesembilan kalinya secara berturut-turut diraih negara Nordik itu, sekaligus memperkuat posisinya sebagai negara dengan tingkat kepuasan hidup tertinggi di dunia.

Di balik pencapaian tersebut, banyak orang bertanya-tanya mengenai rahasia kebahagiaan masyarakat Finlandia. Jurnalis Olivia Sprinkel mencoba mencari jawabannya dengan kembali mengunjungi Finlandia dan berbincang langsung dengan warga setempat.

Dalam laporannya yang dikutip dari The Guardian, Sprinkel mengaku berulang kali mendapat jawaban yang sama ketika menanyakan alasan Finlandia selalu berada di peringkat pertama.

"Itu karena kami memiliki ekspektasi yang rendah," demikian jawaban yang paling sering ia dengar dari teman maupun keluarga di Finlandia.

Meski terdengar sederhana dan sedikit jenaka, Sprinkel menilai jawaban tersebut mencerminkan cara pandang masyarakat Finlandia terhadap kehidupan. Mereka tidak terobsesi mengejar kesempurnaan, melainkan lebih memilih menikmati apa yang dimiliki serta mensyukuri kehidupan sehari-hari.

Selain sistem sosial yang baik, Sprinkel menemukan sedikitnya lima filosofi hidup yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Finlandia.

Pertama, masyarakat Finlandia tidak terbiasa mengejar kesempurnaan. Mereka cenderung menerima kehidupan apa adanya dan tidak mudah membandingkan diri dengan orang lain. Prinsip tersebut membuat tekanan hidup menjadi lebih ringan.

Kedua, alam menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Warga Finlandia terbiasa berjalan di hutan, berenang di danau, hingga memetik buah liar. Negara tersebut juga menerapkan konsep Jokamiehenoikeudet atau Everyman's Right, yaitu hak setiap orang untuk menikmati alam secara bebas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan menghormati hak orang lain.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas di alam terbuka mampu membantu tubuh menjadi lebih rileks serta mengurangi tingkat stres.

Ketiga, masyarakat Finlandia tidak merasa harus selalu terburu-buru mengejar pengalaman baru. Mereka justru menikmati rutinitas, kembali ke tempat yang sama, dan membangun kedekatan dengan lingkungan sekitar. Filosofi tersebut membuat mereka lebih mudah merasakan kepuasan hidup.

Keempat, sauna memiliki makna lebih dari sekadar tradisi. Bagi masyarakat Finlandia, sauna merupakan ruang untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga maupun teman, sekaligus membantu tubuh menjadi rileks setelah menghadapi udara dingin.

Terakhir, masyarakat Finlandia percaya bahwa kebahagiaan hadir dari hal-hal sederhana. Secangkir kopi, berjalan di hutan, menghabiskan waktu di pondok musim panas, atau berenang di danau menjadi aktivitas yang mampu menghadirkan rasa cukup dalam kehidupan mereka.

Sprinkel menyimpulkan, kebahagiaan masyarakat Finlandia bukan berasal dari pencapaian besar ataupun gaya hidup mewah. Sebaliknya, kepuasan hidup tumbuh dari rasa syukur, kedekatan dengan alam, serta kemampuan menikmati setiap momen tanpa harus selalu mengejar lebih banyak.(*)

Tombol Google News

Tags:

Finlandia World Happiness Report 2026 negara paling bahagia Olivia Sprinkel the guardian Filosofi Hidup Kebahagiaan Sauna Finlandia gaya hidup Berita Internasional