TOKO HAMIDAH, Transformasi dari Grosir Kurma hingga Oleh-Oleh Haji Kekinian

11 September 2026 00:15 11 Sep 2026 00:15

Aisyah Fisa, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail TOKO HAMIDAH, Transformasi dari Grosir Kurma hingga Oleh-Oleh Haji Kekinian

Suasana TOKO HAMIDAH di Yogyakarta yang menyediakan beragam kebutuhan oleh-oleh haji dan umroh (Foto : Dokumentasi pribadi Toko Hamidah Yogyakarta)

KETIK, YOGYAKARTA – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, perjalanan haji dan umroh tidak berhenti ketika jemaah kembali ke tanah air. Ada tradisi yang terus hidup setelahnya: berbagi oleh-oleh kepada keluarga, kerabat, tetangga, hingga rekan kerja.

Namun, seiring perubahan gaya hidup, bentuk oleh-oleh pun ikut berkembang. Jika dahulu oleh-oleh identik dengan kurma, kacang Arab, atau air zamzam, kini muncul kebutuhan terhadap buah tangan yang lebih praktis, menarik, dan memiliki kesan personal.

Perubahan inilah yang ikut mewarnai perjalanan TOKO HAMIDAH di Yogyakarta. Nama HAMIDAH sebelumnya lebih dikenal melalui usaha kurma yang berkembang dari skala rumahan hingga menjadi salah satu pemain grosir kurma yang melayani kebutuhan berbagai pelanggan di Yogyakarta dan sejumlah daerah di Jawa. Kini, Hamidah memperluas langkahnya ke industri oleh-oleh haji dan umroh, hampers, serta Islamic gift.

Perjalanan tersebut bermula pada 2014 ketika usaha penjualan kurma dilakukan secara eceran dari rumah dan dipasarkan secara online. Seiring meningkatnya permintaan, bisnis kemudian berkembang menjadi usaha grosir yang memasok kurma kepada berbagai institusi, masjid, sekolah, serta mitra toko oleh-oleh umroh dan reseller di Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Kurma menjadi produk yang membentuk identitas awal HAMIDAH di mata pelanggan.

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu periode yang menguji banyak bisnis. Menariknya, permintaan kurma tetap memiliki pasar, terutama pada bulan Ramadhan. Di sisi lain, aktivitas haji dan umroh sempat mengalami penurunan drastis. Ketika aktivitas perjalanan ibadah kembali bergeliat setelah pandemi, Hamidah melihat adanya peluang untuk mengembangkan pengalaman panjang di bidang kurma menjadi bisnis yang lebih luas.

Pada 2023, fase usaha rumahan tersebut kemudian berkembang menjadi outlet fisik di Yogyakarta dengan nama TOKO HAMIDAH. Konsepnya tidak lagi sebatas tempat membeli kurma, melainkan menghadirkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan oleh-oleh haji dan umroh, produk khas Timur Tengah, perlengkapan ibadah, pusat grosir sajadah hingga berbagai bentuk hampers dan hadiah bernuansa Islami.

Foto Beragam pilihan kurma, makanan khas Timur Tengah, perlengkapan ibadah, hingga hampers  (Foto : Dokumentasi pribadi Toko Hamidah Yogyakarta)Beragam pilihan kurma, makanan khas Timur Tengah, perlengkapan ibadah, hingga hampers (Foto : Dokumentasi pribadi Toko Hamidah Yogyakarta)

Salah satu perkembangan yang cukup menarik adalah munculnya produk hampers oleh-oleh haji dan umroh dengan desain yang lebih modern. Bagi sebagian orang, memberikan oleh-oleh bukan sekadar persoalan produk apa yang dibawa pulang, tetapi juga bagaimana buah tangan tersebut diterima oleh orang lain. Sebuah paket yang ditata dengan baik dapat memberikan kesan berbeda dibandingkan produk yang diberikan secara biasa.

Di sinilah Hamidah mencoba mengambil ruang yang masih terbuka dalam industri oleh-oleh haji dan umroh. Produk-produk seperti kurma, cokelat, kacang, dan makanan khas Timur Tengah dikemas dalam bentuk paket yang lebih praktis dan memiliki karakter visual tersendiri. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain paket dalam paperbag, pouch, hingga box dengan desain yang dirancang untuk berbagai kebutuhan.

Konsep tersebut juga memperluas makna oleh-oleh. Buah tangan dari perjalanan ke Tanah Suci tidak selalu harus terlihat tradisional. Bagi keluarga muda, generasi yang aktif di media sosial, maupun mereka yang ingin memberikan hadiah kepada kolega, tampilan dan kemasan menjadi bagian dari pengalaman. Oleh-oleh dapat sekaligus menjadi bentuk perhatian dan kenang-kenangan dari sebuah perjalanan ibadah.

Di luar lini hampers, kekuatan lama Hamidah pada produk Timur Tengah tetap menjadi bagian penting dari bisnisnya. Berbagai jenis kurma tersedia untuk kebutuhan eceran maupun pembelian dalam jumlah besar. Selain itu, terdapat beragam produk seperti kacang Arab, pistachio atau fustuk, kismis, cokelat Turki, cokelat kerikil, makanan khas Timur Tengah, madu dan herbal, serta sejumlah produk lainnya.

Kategori yang tersedia kemudian berkembang hingga perlengkapan ibadah dan Islamic gift. Sajadah, mukena, sarung, peci, mushaf, hijab, tasbih, perlengkapan haji dan umroh, serta berbagai souvenir menjadi bagian dari pilihan produk. Dengan cakupan tersebut, konsumen dapat memenuhi beberapa kebutuhan sekaligus dalam satu tempat, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk dibagikan kepada banyak penerima.

Skala grosir juga tetap menjadi bagian dari karakter bisnis Hamidah. Pengalaman sebagai pemasok kurma membuat kebutuhan pembelian dalam jumlah besar bukan sesuatu yang baru. Segmen tersebut relevan untuk reseller, masjid, sekolah, komunitas, institusi, maupun keluarga yang membutuhkan paket oleh-oleh dalam jumlah puluhan hingga ratusan.

Ramadhan menjadi salah satu periode yang kembali memperlihatkan kuatnya posisi Hamidah di kategori kurma. Ketika kebutuhan kurma meningkat, pembelian dalam jumlah besar ikut tumbuh. Bagi sebagian pelanggan, membeli kurma dus-dusan bukan hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga untuk dibagikan, dijadikan bingkisan, atau dijual kembali. Pengalaman panjang di kategori tersebut menjadi modal penting ketika Hamidah memperluas bisnisnya ke segmen oleh-oleh dan Islamic gift.

Transformasi Hamidah juga berlangsung di sisi digital. Selain outlet fisik di Yogyakarta, informasi produk dan transaksi dapat diakses melalui kanal digital, termasuk situs hamidah.id. Keberadaan kanal online memungkinkan konsumen dari luar kota mengenal pilihan produk, sementara bisnis grosir tetap dapat menjangkau pelanggan dan mitra di berbagai wilayah.

Pada akhirnya, perkembangan TOKO HAMIDAH memperlihatkan bagaimana sebuah bisnis dapat tumbuh dengan mempertahankan kekuatan awal sekaligus membaca perubahan kebutuhan konsumen. Dari penjualan kurma secara online di rumah pada 2014, berkembang menjadi bisnis grosir, kemudian hadir sebagai toko oleh-oleh haji dan umroh dengan konsep yang lebih luas.

Bagi HAMIDAH, kurma tetap menjadi bagian dari perjalanan bisnis. Namun langkah berikutnya adalah menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap: dari produk khas Timur Tengah, perlengkapan ibadah, hingga hampers dan Islamic gift yang dapat menjadi bagian dari momen berbagi. Di tengah berkembangnya industri perjalanan haji dan umroh, perubahan sederhana pada cara orang memilih dan memberikan oleh-oleh ternyata membuka ruang baru bagi bisnis yang sudah lama tumbuh dari produk kurma. (*)

Tombol Google News

Tags:

Toko Hamidah Yogyakarta Info Yogyakarta Toko Kurma Yogyakarta