Surat Terbuka Kades Jarakan ke Gubernur Jatim, 148 Hektare Sawah Terancam Mangkrak Setiap Musim Kemarau

11 September 2026 11:30 11 Sep 2026 11:30

Sugeng Hariyadi, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Surat Terbuka Kades Jarakan ke Gubernur Jatim, 148 Hektare Sawah Terancam Mangkrak Setiap Musim Kemarau

Kondisi produktivitas yang lumpuh ini berdampak langsung pada perekonomian para petani penggarap. ( Foto : Hariya/ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Ancaman kekeringan yang rutin melanda lahan pertanian di kawasan hilir terus membayangi nasib para petani.

Guna memperjuangkan nasib warganya, Kepala Desa Jarakan, Su’ad Bagiyo, S.H., melayangkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Surat terbuka tersebut menyoroti krisis pengairan yang dialami sekitar 148 hektare lahan pertanian di tiga desa sekaligus, yakni Desa Jarakan, Desa Tiyudan, dan Desa Bolorejo.

"Setiap musim kemarau tiba, ratusan hektare sawah di kawasan tersebut praktis tidak dapat ditanami selama hampir lima bulan akibat ketiadaan pasokan air." ucap Suad Bagiyo melalui pesan singkat Jumat, 10 September 2026.

Kondisi produktivitas yang lumpuh ini berdampak langsung pada perekonomian para petani penggarap. Tanpa penghasilan selama masa bera, tidak sedikit warga yang terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penggunaan pompa air bawah tanah secara masif juga dinilai bukan solusi bijak karena berpotensi merusak cadangan air bersih warga pemukiman sekitar. Padahal, posisi lahan pertanian tersebut tidak jauh dari sumber air potensial Waduk Wonorejo.

Sebagai solusi konkret, masyarakat memohon intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk merealisasikan pembangunan saluran pengairan dari DAM Kleben menuju lahan pertanian di tiga desa tersebut.

Berdasarkan kalkulasi dan perencanaan awal, proyek pengairan ini membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar. Jika saluran pengairan dari DAM Kleben terealisasi, lahan seluas 148 hektare itu diproyeksikan mampu berproduksi optimal hingga tiga kali panen dalam setahun (IP 300).

"Upaya pengajuan proposal secara formal telah berkali-kali dilakukan oleh Pemerintah Desa Jarakan, baik ke tingkat Kabupaten Tulungagung maupun ke Provinsi Jawa Timur, namun hingga kini belum membuahkan hasil." tambahnya.

Melalui surat terbuka ini, warga berharap Pemprov Jatim dapat memberikan perhatian khusus demi menjamin ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi petani lokal. (*)

Tombol Google News

Tags:

ketahanan pangan Surat terbuka Gubernur Jawa Timur Desa Jarakan Desa Bolorejo Desa Tiyudan