Torehkan Sejarah! UAI Tuban Berangkatkan Mahasiswa KKN Internasional Perdana ke Malaysia

7 Juli 2026 08:26 7 Jul 2026 08:26

Ahmad Istihar, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Torehkan Sejarah! UAI Tuban Berangkatkan Mahasiswa KKN Internasional Perdana ke Malaysia

Rombongan KKN Internasional Mahasiswa dan pimpinan Universitas Al-Hikmah Indonesia/UAI Singgahan, Kabupaten Tuban saat akan berangkat dari terminal keberangkatan Juanda Surabaya, Selasa 7 Juli 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban mencatatkan sejarah baru. Kampus berlokasi di Desa Binangun, kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban resmi memberangkatkan tujuh mahasiswa terpilih untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional perdana di Malaysia, Senin sore 6 Juli 2026

Momen pelepasan berlangsung haru di terminal keberangkatan Internasional bandara juanda Surabaya. Yang membuat kegiatan istimewa, pemberangkatan ketujuh mahasiswa - mahasiswi dipimpin langsung jajaran pimpinan tertinggi UAI.

Rektor UAI Singgahan Tuban, Assoc. Prof. Dr. Laily Hidayati, hadir bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Muhammad Aziz dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Assoc. Prof. Hj. Fathonah. Ketiganya juga akan bertindak sebagai Dosen Supervisor mendampingi langsung para mahasiswa selama empat hari pertama di Malaysia.

Selama 20 hari ke depan, ketujuh delegasi UAI akan bermukim di kawasan Gombak, Kuala Lumpur. Pusat kegiatan pengabdian dipusatkan di Sanggar Bimbingan (SB) Sungai Mulia 5. 

Sanggar ini menjadi tempat belajar krusial bagi anak-anak dari para pekerja Indonesia yang membutuhkan dukungan edukasi dan penguatan moral.

"Sebagai angkatan perdana KKN Internasional tahap 1, kalian adalah ‘'duta hikmah’. Manfaatkan bekal ilmu psikologi, pendidikan, dan sosial untuk menyentuh hati anak-anak kita di Malaysia. Tunjukkan kepada mereka bahwa batas negara tidak menghalangi mereka untuk meraih masa depan,” pesan Rektor Laily Hidayati saat melepas keberangkatan menuju Kuala Lumpur Malaysia 

Menurut Dr. Muhammad Aziz menjelaskan bahwa, Program ini dirancang melampaui KKN konvensional. Sebab, Mahasiswa dibekali topik penelitian kualitatif yang akan dikerjakan bersamaan dengan pengabdian.

Ia menambahkan ada tiga isu utama yang akan diteliti oleh para Mahasiswa Universitas Al- Hikmah Indonesia yakni Pertama, Ketahanan psikologis anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, Kedua tingkat literasi halal di lingkungan urban dan ketiga strategi dakwah kreatif di berbagai surau di Malaysia.

"Kami menargetkan, sekembalinya mereka dari lapangan, data berharga yang didapat bisa diolah menjadi artikel ilmiah bermutu tinggi yang menembus jurnal Sinta 4 hingga Sinta 2,” ungkap Dr. Aziz di sela proses check-in.

Pemilihan SB Sungai Mulia 5 juga bukan tanpa alasan. Wilayah Gombak merupakan salah satu pusat populasi komunitas Indonesia di Kuala Lumpur. Di sana mahasiswa KKN Internasional diharapkan membawa inovasi pembelajaran sekaligus memperkuat manajemen organisasi sanggar.

Assoc. Prof. Hj. Fathonah menekankan pentingnya pendekatan sosiokultural. Berbekal pengalamannya di Malaysia, ia meminta mahasiswa untuk lebih banyak mendengar.

"Mahasiswa kami telah dilatih untuk melebur menjadi bagian dari keluarga besar Komunitas Muslim Indonesia di sana, memahami denyut kehidupan mereka, serta menghadirkan solusi praktis dan membumi,” jelasnya.

Berdasarkan informasi diterima Ketik.com Selasa 7 Juli 2026, tepat pukul 17.45 WIB, pesawat dari Surabaya yang membawa rombongan lepas landas menuju Kuala Lumpur. Mengenakan jaket almamater UAI Singgahan Tuban, ketujuh mahasiswa membawa semangat utama mereka: “Wisdom Beyond Borders: Bridging Cultures, Building Knowledge”.

"Dengan program ini, UAI berharap pengabdian tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menghasilkan karya intelektual yang mengharumkan nama Universitas Al-Hikmah Indonesia di kancah akademik internasional," tutup Assoc. Prof. Hj. Fathonah.(*)

Tombol Google News

Tags:

Universitas Al-hikmah Indonesia Uai Singgahan Tuban KKN Internasional Isu Migran psikologi anak