Hadapi Karhutla di Lahan Gambut, Polda Sumsel Uji Penggunaan Cairan X-Fire

14 September 2026 15:45 14 Sep 2026 15:45

Yola Dwi R., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hadapi Karhutla di Lahan Gambut, Polda Sumsel Uji Penggunaan Cairan X-Fire

Personel operasi Aman Nuaa II Polda Sumsel saat memperagakan langsung simulasi penggunaan cairan khusus X-Fire di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Senin 14 September 2026, (Foto : Yola/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Satgas Operasi Aman Nusa II Polda Sumatera Selatan memperagakan langsung simulasi penggunaan cairan khusus X-Fire untuk penanganan kebakaran lahan gambut.

Simulasi yang digelar di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Senin 14 September 2026, memperlihatkan proses mulai dari pencampuran hingga penyemprotan X-Fire ke area lahan yang sebelumnya terbakar.

Kegiatan berlangsung di Pos Siaga Karhutla Desa Teluk Limau dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan teknis personel dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan serta pendinginan secara menyeluruh.

Peninjauan dan simulasi tersebut dipimpin Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso bersama Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol James Parlindungan Hutagaol.

Kegiatan turut dihadiri Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra serta para Kapolres jajaran di wilayah hukum Polda Sumsel.

Setibanya di lokasi, Karo Ops Polda Sumsel dan Dansat Brimob meninjau Posko Siaga Aman Nusa II Karhutla. Keduanya menerima paparan situasi dan arahan taktis terkait penanganan karhutla, sebelum melihat langsung kondisi lahan gambut yang sebelumnya terbakar dan telah dilakukan pemadaman menggunakan formula X-Fire.

Tim kemudian memperagakan tahapan penggunaan cairan X-Fire, mulai dari proses pencampuran hingga penyemprotan ke area lahan gambut.

Berdasarkan panduan teknis yang dipaparkan, satu galon atau jerigen berkapasitas 20 liter digunakan sebagai takaran dalam proses pencampuran.

Untuk tandon berkapasitas 1.000 liter, komposisi yang diperagakan terdiri dari 800 liter air murni yang dicampur dengan 200 liter cairan X-Fire atau setara 10 jerigen.

Setelah campuran diaduk hingga merata, cairan tersebut kemudian disemprotkan menggunakan mobil tangki air, mesin pompa, selang, serta nozel khusus lahan gambut jenis suntik.

Foto Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si dan Personel operasi Aman Nuaa II Polda Sumsel saat memperagakan langsung simulasi penggunaan cairan khusus X-Fire di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Senin 14 September 2026, (Foto : Yola/Ketik.com)Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si dan Personel operasi Aman Nuaa II Polda Sumsel saat memperagakan langsung simulasi penggunaan cairan khusus X-Fire di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Senin 14 September 2026. (Foto: Yola/Ketik.com)

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra dalam laporan resminya menyampaikan bahwa cairan X-Fire merupakan formula yang digunakan Polri dalam penanggulangan karhutla, khususnya untuk mendukung penanganan pada medan lahan gambut yang sulit dijangkau.

Penggunaan formula tersebut oleh personel Satuan Brimob Polda Sumsel sebelumnya telah diterapkan dalam penanganan karhutla di lahan gambut Desa Teluk Limau.

Peragaan kali ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman personel mengenai tata cara pencampuran dan penggunaan X-Fire ketika menghadapi karhutla di lapangan.

Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol Ridwan Raja Dewa, S.I.K., menegaskan bahwa penguatan taktik dan kemampuan teknis personel terus dilakukan secara terukur di berbagai wilayah yang memiliki potensi karhutla.

“Operasi penanganan karhutla melalui Satgas Aman Nusa II terus digencarkan secara terukur, termasuk pemanfaatan formula baru seperti cairan X-Fire untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut. Sinergi dan kecepatan bertindak di lapangan sangat krusial. 

Dirinya juga menegaskan seluruh rangkaian operasi penanggulangan karhutla dilakukan secara maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi penanggulangan berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 Polda Sumatera Selatan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan korporasi agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. 

Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel bersama jajaran terus memperkuat kesiapsiagaan, kemampuan teknis, sarana prasarana, serta sinergi lintas unsur dalam menghadapi karhutla.

"Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga memastikan area terdampak dilakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api, khususnya pada kawasan lahan gambut" tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Polda Sumsel Lahan gambut Penanggulangan Karhutla Satgas Karhutla Sumatera Selatan