KETIK, SURABAYA – Rasa bosan terhadap pilihan makanan di sekitar kampus yang dinilai monoton mendorong sekumpulan mahasiswa Generasi Z untuk mencoba membuka usaha kuliner. Mereka memilih nasi telur sebagai menu utama dengan berbagai pilihan olahan telur dan topping. Usaha yang dimiliki oleh Rama Sandy ini pertama kali dibuka pada Agustus 2025.
Usaha tersebut berlokasi di Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, tepat di samping Bank BRI. Dengan lokasi yang mudah ditemukan, usaha ini menawarkan berbagai menu nasi telur yang dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar.
Ide membuka usaha bermula dari kebiasaan Rama Sandy dan rekan-rekannya sebagai mahasiswa yang sering mencari makanan di sekitar kampus. Pilihan makanan yang tersedia dianggap kurang bervariasi karena cenderung menawarkan menu yang sama. Kondisi tersebut kemudian membuat mereka berpikir untuk menghadirkan pilihan makanan sendiri.
“Awalnya karena bosan dengan makanan yang ada di sekitar kampus. Pilihannya itu-itu saja, jadi kami berpikir untuk mencoba membuka usaha makanan sendiri,” ujar Rama Sandy.
Seporsi nasi telur dadar kulit Kedai Bang Jady pada Kamis, 20 Agustus 2026. (Foto: Muhammad Rudmardiansyah Pratama Putra/Ketik.com)
Nasi telur dipilih karena dianggap sebagai makanan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan mahasiswa. Selain mengenyangkan, telur juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk sehingga memberikan banyak pilihan kepada pelanggan. Dalam menunya, mereka menyediakan beberapa olahan telur, mulai dari telur ceplok, telur dadar, hingga telur krispi.
Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Nasi Telur Krispi Cakalang. Menu tersebut menjadi best seller dan merupakan salah satu pilihan yang paling banyak diminati pelanggan. Perpaduan telur krispi dengan cakalang memberikan variasi rasa dibandingkan nasi telur biasa.
Selain Nasi Telur Krispi Cakalang, terdapat pula pilihan lain seperti Nasi Telur Dadar dibanderol seharga Rp11.000, Nasi Telur Dadar Usus dibanderol seharga Rp16.000, Nasi Telur Dadar Cakalang dibanderol seharga Rp18.000, Nasi Telur Dadar Ayam dibanderol seharga Rp17.000, Nasi Telur Dadar Kulit dibanderol seharga Rp18.000, serta sejumlah menu nasi telur krispi dan nasi telur ceplok dengan berbagai pilihan tambahan, para konsumen juga bisa add on nasi daun jeruk yang dimana hanya menambah Rp2.000 saja.
Dari daftar menu yang tersedia, harga nasi telur berada pada kisaran Rp11.000 hingga Rp20.000, tergantung jenis olahan telur dan topping yang dipilih. Harga tersebut membuat menu yang ditawarkan masih cukup terjangkau bagi kalangan mahasiswa yang menjadi salah satu sasaran konsumennya.
Suasana antrean pelanggan Kedai Bang Jady di Jalan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, pada Kamis, 20 Agustus 2026. (Muhammad Rudmardiansyah Pratama Putra/Ketik.com)
Tidak hanya menyediakan makanan utama, tempat tersebut juga menawarkan berbagai menu tambahan atau add-on, seperti telur, usus, cakalang, ayam, kulit. Pelanggan dapat menambahkan pilihan tersebut sesuai dengan selera masing-masing.
Usaha nasi telur ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 00.00 WIB. Waktu operasional yang panjang memungkinkan pelanggan datang pada berbagai waktu, baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Menjalankan usaha sambil berkuliah menjadi tantangan tersendiri bagi Rama Sandy dan rekan-rekannya. Mereka harus membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dengan aktivitas berjualan. Kerja sama menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha agar kegiatan bisnis tetap berjalan tanpa mengesampingkan kewajiban mereka sebagai mahasiswa.
Bagi kelompok mahasiswa tersebut, usaha ini tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperoleh keuntungan. Berjualan juga memberikan pengalaman secara langsung dalam mengelola sebuah usaha. Mereka belajar mengenai pelayanan kepada pelanggan, pengelolaan menu, hingga bagaimana mempertahankan usaha agar tetap berjalan.
Kehadiran usaha nasi telur tersebut juga menunjukkan bahwa ide bisnis dapat muncul dari permasalahan sederhana yang ditemui sehari-hari. Rasa bosan terhadap makanan yang dianggap itu-itu saja justru menjadi awal bagi Rama Sandy dan rekan-rekannya untuk menciptakan alternatif kuliner baru.
Sejak pertama kali dibuka pada Agustus 2025, mereka terus menjalankan usaha tersebut dengan menawarkan berbagai variasi olahan telur. Mulai dari telur ceplok, telur dadar, hingga telur krispi menjadi pilihan bagi pelanggan. Di antara berbagai menu yang tersedia, Nasi Telur Krispi Cakalang menjadi menu best seller yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Dengan harga mulai dari Rp11.000, lokasi di Medokan Ayu, serta jam operasional dari 08.00 hingga 00.00 WIB, usaha nasi telur milik Rama Sandy dan rekan-rekannya menjadi salah satu pilihan kuliner yang dapat ditemui masyarakat di kawasan Rungkut, Surabaya. Usaha tersebut menjadi bukti bahwa keresahan sederhana di lingkungan mahasiswa dapat berkembang menjadi sebuah peluang bisnis yang nyata. (*)
