KETIK, MALANG – Mahasiswa Binus Malang, Arka Rasika Damara turut melestarikan warisan budaya dari Jawa Timur. Ia berhasil mengangkat relief-relief yang ada di Candi Jago untuk dijadikan desain motif batik.
Ia mengangkat relief Candi Jago lantaran kagum dengan potensi budaya arsitektur candi di Malang. Terlebih belum banyak Batik Malangan yang menggunakan feriel candi sebagai inspirasi.
"Potensi di Malang itu sendiri terutama untuk budaya arsitektur candi memang belum banyak diterapkan pada sebuah media. Relief utamanya sudah banyak yang menghilang, sudah banyak yang tidak bisa dilihat dalam bentuk visualnya. Mungkin jika dilihat dari ceritanya masih banyak diterapkan, tapi dalam bentuk visual belum banyak," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, Candi Jago cenderung jarang dieksplorasi dibandingkan candi-candi lainnya seperti Candi Kidal dan Mendut. Ia juga tertarik dengan nilai dan latar belakang dari Candi Jago yang mengabadikan kisah Angling Dharma.
"Pada dasarnya Candi Jago itu sebenarnya punya value yang bagus karena ada beberapa cerita seperti cerita Angling Dharma. Ternyata tidak banyak yang menerapkannya pada bentuk media lainnya. Misalnya batik, dalam bentuk seragam, ataupun bentuk media-media lainnya," katanya.
Proses pembuatan batik ini dilakukan dari proses survei dan riset sejak Februari 2026. Ia sempat merasa kesulitan khususnya dalam memahami maupun merekonstruksi bentuk relief yang sebagian sudah aus dan sulit dikenali.
"Jadi tantangannya sendiri itu adalah merekonstruksi, terus kemudian ubahnya sesuai dengan apa sih yang disukai sama orang sekarang, bentuknya candinya itu, untuk medianya apa yang lebih cocok diterapkan," lanjutnya. (*)
.png)