KETIK, NGANJUK – Dosen PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Ecogreen Agrotourism: Penerapan Eco-waste Station dan Eco-tour Itinerary di Wisata Tani Betet, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jumat, 10 Juli 2026.
Program yang didanai melalui Hibah PNBP PSDKU UB Kediri Tahun 2026 tersebut bertujuan mendukung pengembangan agrowisata yang bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan melalui penerapan Sapta Pesona Wisata, Eco-waste Station, serta Eco-tour Itinerary.
Kegiatan ini menyasar pengelola Wisata Tani Betet (WTB) dan pelaku UMKM sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Melalui sosialisasi dan pendampingan, peserta dibekali pemahaman mengenai tujuh unsur Sapta Pesona Wisata, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan bagi wisatawan.
Wisata Tani Betet sendiri merupakan salah satu destinasi unggulan di Kecamatan Ngronggot yang telah dikembangkan sejak 2017. Meski sempat terdampak pandemi Covid-19, destinasi tersebut berhasil bangkit dan meraih berbagai penghargaan di bidang promosi dan pengembangan pariwisata.
Namun, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan juga membawa tantangan baru, terutama dalam pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian yang terdiri atas Amalia Febryane Adhani Mazaya, S.Pi., M.Si., Andi Masriah, S.Pi., M.Si., dan Mentari Puspa Wardani, S.Pi., M.Si., bersama mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Kelompok 14 menghadirkan konsep Ecogreen Agrotourism. Program ini juga dihadiri Ketua BPD Desa Betet, Mashadi, serta Ketua Pokdarwis Wisata Tani Betet, Heri Siswanto.
Selain mendapatkan materi mengenai Sapta Pesona Wisata, peserta juga mengikuti praktik penerapan Eco-waste Station melalui pemilahan sampah dan pembuatan kompos sederhana dari limbah organik yang dihasilkan selama aktivitas wisata. Pengelola wisata juga diajak mengedukasi pengunjung agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Pelatihan penerapan komposter sederhana sampah organik di kawasan wisata WTB (Foto : Dokumentasi pribadi Mahasiswa PSDKU UB Kediri)
Tak hanya itu, tim pengabdian memperkenalkan Eco-tour Itinerary, yaitu panduan perjalanan wisata berbasis edukasi yang dikemas dalam bentuk leaflet. Konsep ini diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih terarah sekaligus memperkuat citra Wisata Tani Betet sebagai destinasi yang ramah lingkungan.
Melalui program ini, PSDKU Universitas Brawijaya Kediri berharap Wisata Tani Betet dapat berkembang sebagai destinasi agrowisata yang bersih, nyaman, aman, dan berkelanjutan. Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Nomor 1 tentang Tanpa Kemiskinan dan SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sekaligus menjadi model pengelolaan wisata berbasis lingkungan bagi desa-desa lain yang memiliki potensi serupa.
.png)