KETIK, MALANG – Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) memberikan pembekalan keterampilan bagi warga Singosari, Kabupaten Malang. Keterampilan yang diberikan berupa workshop pengolahan talas dan singkong menjadi produk bernilai ekonomis.
Tim Pengabdian beranggotakan Dr. Aniek Handajani, S.Pd., M.Ed., Dosen Pendidikan Sejarah UM, Wahyu Bowo Laksono, S.H., M.M., Tendik FIS UM, dan Heru Hendra Yogi mahasiswa Pendidikan Sejarah UM.
Melalui kegiatan bertajuk 'Workshop Food Processing Talas dan Singkong: Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat', pengabdian dilakukan pada Kamis 18 Juni 2026 di Sekertariat Pasukan Kuning Kelurahan Pagentan dan Jalan Pesantren Bungkuk Gang I no. 3 Pagentan Singosari.
"Pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan potensi lokal warga melalui pengolahan hasil pertanian. Talas dan singkong banyak ditemukan, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi rumah tangga sehingga nilai ekonominya rendah," ujar Aniek, Jumat 10 Juli 2026.
Melalui workshop tersebut, masyarakat diajak mengolah talas dan singkong menjadi keripik, tepung, hingga makanan siap saji. Masyarakat jiga diberikan pendampingan selama proses produksi maupun pemasaran.
"Kegiatan pelatihan food processing diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam teknik pengolahan pangan, serta munculnya motivasi untuk mengembangkan usaha kecil berbasis potensi lokal," lanjutnya.
Aniek menyebut masyarakat di Pagentan butuh motivasi dan dorongan untuk mengembangkan usaha kecil berbasis potensi lokal. Dengan demikian kemandirian ekonomi masyarakat dapat diperkokoh melalui UMKM Desa.
"Kalau kemandirian ekonomi masyarakat terbentuk, juga akan mendukung pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," tuturnya.
Aniek menambahkan, melalui bekal teori dan praktik yang diterima masyarakat, peluang usaha baru dapat terbuka. Penghasilan yang didapat pun mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga hingga mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Workshop ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat UMKM desa, khususnya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
.png)