Dibuka Rektor, Universitas Negeri Malang Jadi Tuan Rumah PEKSIMIDA Jawa Timur 2026

8 Juli 2026 20:36 8 Jul 2026 20:36

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dibuka Rektor, Universitas Negeri Malang Jadi Tuan Rumah PEKSIMIDA Jawa Timur 2026

Rektor UM, Prof. Hariyono membuka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Jawa Tahun 2026 pada Selasa, 7 Juli 2026 di Graha Cakrawala UM. (Foto: Humas UM)

KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 pada 7 Juli 2026 di Graha Cakrawala. Kegiatan ini menjadi awal terselenggaranya kompetisi seni mahasiswa tingkat provinsi.

Ajang kompetisi ini sebagai seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 serta diikuti oleh sekitar 400 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur.

Pembukaan kompetisi ini berlangsung meriah melalui penampilan tari dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan UM, grup musik OPUS UM, serta sendratari Dwija Mahtmomo yang merupakan hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa. UM tidak hanya menjadi lokasi pembukaan, tetapi juga mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan tiga cabang lomba, yakni penulisan cerpen, penulisan lakon, dan penulisan puisi.

Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Pengurus Daerah Jawa Timur sekaligus Ketua Pelaksana PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa PEKSIMIDA menjadi ruang pembinaan sekaligus seleksi mahasiswa terbaik di bidang seni sebelum berlaga di tingkat nasional.

Tahun ini, terdapat 15 cabang yang diperlombakan, meliput baca puisi, monolog, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, komik strip, desain poster, fotografi, lukis, tari, vokal grup, menyanyi pop, dangdut, keroncong, dan seriosa.

“Sebanyak 44 perguruan tinggi mengirimkan delegasi dengan total sekitar 400 mahasiswa. Juara pertama pada setiap tangkai seni nantinya akan menjadi wakil Jawa Timur pada Peksiminas 2026,” jelas Fendi.

Ia juga mengatakan jika pelaksanaan lomba tersebar di sembilan perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai tuan rumah sesuai bidang seni masing-masing. Sebagai upaya menjaga kualitas kompetisi, setiap cabang akan dinilai oleh tiga dewan juri yang terdiri atas dua juri eksternal dan satu juri dari perguruan tinggi penyelenggara hingga proses penilaian berlangsung objektif dan profesional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.M.A., mengapresiasi penyelesaian PEKSIMIDA sebagai tempat pengembangan kreativitas generasi muda. Menurutnya, seni tidak tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter, melestarikan budaya, serta memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Sementara itu, Rektor UM, Prof. Hariyono, secara resmi membuka PEKSIMIDA Jawa Timur 2026. Ia menegaskan bahwa seni memiliki peran strategis dalam membangun peradaban sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Seni bukan sekadar kompetisi, tetapi merupakan bagian dari pembangunan karakter dan estetika masyarakat. Indonesia memiliki potensi besar apabila talenta-talenta muda terus diberikan ruang untuk berkembang,” tegasnya.

Menurutnya, PEKSIMIDA menjadi momentum penting yang akan melahirkan seniman muda bukan hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap kemajuan industri kreatif Indonesia. Ajang ini sekaligus memperluas jejaring antarmahasiswa, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

Sebagai tuan rumah, UM telah mempersiapkan penyelenggaraan PEKSIMIDA sejak Maret 2026 melalui koordinasi bersama BPSMI Jawa Timur, penyusunan teknis pelaksanaan, hingga technical meeting bersama dewan juri dan panitia. 

Dengan persiapan tersebut, UM telah menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan penyelenggaraan kompetisi berkualitas dan mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa.

Penyelenggaraan PEKSIMIDA Jawa Timur 2026 sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kompetensi dan kreativitas mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pemerintah, BPSMI, dan perguruan tinggi dalam membina talenta seni muda Indonesia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kampus Um Universitas Negeri Malang Peksimida Um Kampus Malang Kota Malang Prof Hariyono