Wakili Indonesia, Lima Atlet Asal Kota Malang Masuk Skuad Asian Games 2026

14 September 2026 17:19 14 Sep 2026 17:19

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Wakili Indonesia, Lima Atlet Asal Kota Malang Masuk Skuad Asian Games 2026

Lima atlet asal Kota Malang wakili Indonesia di Asian Games 2026 Jepang (Ilustari: Asian Games)

KETIK, MALANG – Sejumlah atlet dan pelatih asal Kota Malang yang tergabung dalam kontingen Indonesia siap berlaga di Asian Games 2026. Ajang tersebut akan digelar pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang.

Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, menyampaikan bahwa ada lima atlet dan dua pelatih asal Kota Malang yang siap bertanding. Mereka berasal dari beberapa cabang olahraga (cabor), seperti bola basket, balap sepeda, dan wushu.

Dalam daftar tersebut, nama Faizzatus Shoimah masuk untuk memperkuat tim basket 5x5. Sementara itu, cabor balap sepeda diisi oleh Dika Alif Dhentaka, Dewika Mulya Sova, dan Muhammad Syelhan Nurrahmat. Untuk cabor wushu, ada nama Ahmad Ghozali Fuaiz.

Dua nama lain yang dipercaya sebagai pelatih adalah Ari Kristanto, pelatih di Indonesia Cycling Federation (ICF), serta Andrie Ekayana yang menangani tim basket.

"Waktu Porprov, mereka andalan kita. Namun karena sudah masuk PON dan meraih medali emas atau sudah internasional, maka sudah tidak bisa lagi memperkuat Porprov," jelasnya, Senin, 14 September 2026. 

Meski begitu, secara administrasi dan pembinaan, mereka tetap terikat sebagai atlet Kota Malang. Kiprah mereka di Asian Games pun menjadi cerminan dari keberhasilan pembinaan olahraga di daerah.

"Harapan kami, setidaknya mereka bisa memperoleh medali. Karena bagaimanapun akan membawa nama besar Kota Malang dan berpengaruh terhadap adik-adik juniornya untuk sebagai motivasi menjadi atlet yang berprestasi," tambahnya. 

Menurut Joko, keberhasilan atlet Kota Malang menembus kompetisi olahraga tertinggi se-Asia ini bukan semata-mata soal perolehan medali. Hal ini juga menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda untuk melihat bahwa jenjang prestasi dari tingkat daerah menuju panggung Asia sangat terbuka lebar.

Oleh sebab itu, KONI Kota Malang berharap kiprah para atlet mendapat perhatian luas. Publikasi mengenai perjalanan dan prestasi mereka dinilai sangat penting untuk membangun citra positif sekaligus mendorong lahirnya generasi baru di dunia olahraga.

Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan skema penghargaan bagi atlet berprestasi yang dialokasikan melalui anggaran KONI Kota Malang.

"Penghargaan atlet berprestasi, secara judul di rancangan anggaran seperti itu. Itu teruntuk atlet yang berprestasi, yang mendapat medali di event nasional apalagi internasional," terangnya. 

Besaran nilai penghargaan sudah memiliki acuan berdasarkan tingkat prestasi dan jenjang kejuaraan, meski nominal pastinya belum dapat disebutkan rinci.

"Biasanya, akan kami berikan setelah nanti mereka berprestasi," imbuhnya.

Joko memastikan skema penghargaan tersebut sudah menjadi bagian dari perencanaan anggaran yang disetujui dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Perhitungannya dibedakan berdasarkan jenis medali yang diraih serta level kejuaraan yang diikuti.

"Secara patokannya, ada dari yang sudah disetujui di NPHD disetujui oleh Pak Wali. Dalam setahun ke depan, kita mempersiapkan sudah ada patokan bahwa emas dapat sekian, perak dapat sekian, dan perunggu dapat sekian," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Asian Games 2026 KONI Kota Malang Kota Malang Atlet Kota Malang Asian Games