KETIK, PACITAN – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur 2026 tak hanya menjadi ajang adu strategi bagi ratusan pecatur, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Pacitan.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini diperkirakan mendatangkan ribuan orang ke Kota 1001 Goa.
Ketua Panitia Kejurprov Catur Jawa Timur 2026, Mulyadi, mengatakan jumlah tersebut berasal dari 720 atlet yang datang bersama orang tua, pendamping, official, wasit, hingga panitia dari tingkat provinsi.
"Kalau dihitung, paling tidak satu atlet membawa dua orang pendamping. Berarti sekitar 720 dikali tiga, jadi lebih dari 2.000 orang yang datang ke Pacitan," kata Mulyadi, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, banyaknya tamu yang hadir memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha lokal, mulai dari penginapan hingga pelaku UMKM kuliner.
"Ini berdampak ke UMKM, penginapan, karena yang datang bukan hanya atlet, tetapi juga wasit, panitia provinsi, official, dan orang tua peserta," ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar produk makanan dan minuman yang dijual di lokasi pertandingan berasal dari pelaku UMKM Pacitan.
Sementara beberapa kebutuhan perlombaan seperti papan catur, perlengkapan pertandingan, hingga kaus resmi Kejurprov masih didatangkan dari luar daerah.
"Kalau makanan dan minuman banyak dari masyarakat Pacitan. Kalau kaus Kejurprov, papan catur, dan perlengkapan pertandingan memang dari luar," jelasnya.

Kejurprov Catur Jawa Timur 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juli 2026 di Gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan.
Sebelumnya, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji secara resmi membuka kejuaraan tersebut di Pendopo Kabupaten Pacitan.
Sebanyak 720 atlet dari sembilan kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Pacitan.
Kabupaten Pacitan sendiri menurunkan 56 atlet, terdiri atas 46 atlet kelompok umur 15–19 tahun dan 10 atlet senior putra maupun putri.
Pacitan juga menurunkan atlet termuda berusia lima tahun, yakni Prabaskara, yang berlaga di kelompok umur.
Berdasarkan daftar peserta, Prabaskara akan bersaing dengan tujuh pecatur cilik lainnya, yakni Adam El Mahren (Pacitan), Aprilia Catur Etikaria (Pacitan), Dylan Santoso Tan (Banyuwangi), Farda Azri Nugraha (Banyuwangi), Fatimah Humaira Azzahra (Kota Malang), Jourell Edgar Tan (Kota Probolinggo), serta Pranaja Alghani Muarida (Pacitan).
Dalam sambutannya, Bupati Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi terselenggaranya Kejurprov Catur di Pacitan.
Ia berharap kejuaraan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet catur berprestasi dari Jawa Timur, termasuk dari Pacitan.
"Mari kita wujudkan semangat Jatim sebagai gerbang baru Nusantara sehingga bisa tumbuh atlet-atlet catur nasional dan internasional dari Jawa Timur, termasuk Pacitan," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Percasi Kabupaten Pacitan, Bagus Surya Pratikna, mengatakan penyelenggaraan Kejurprov tahun ini menjadi momen bersejarah karena Pacitan kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah absen selama 10 tahun.
"Kegiatan ini sangat besar bagi kami karena setelah 10 tahun, sejak 2016, baru tahun 2026 Kabupaten Pacitan kembali menjadi tuan rumah Kejurprov Jatim," ungkapnya.
Lebih lanjut, masyarakat dipersilakan datang untuk meramaikan kegiatan maupun melarisi UMKM yang disediakan.
"Kami sangat berharap masyarakat ikut hadir meramaikan kegiatan ini. Mungkin tidak bisa masuk ke ruang pertandingan, tetapi bisa mendukung dengan datang dan meramaikan UMKM yang ada di sekitar lokasi," pungkasnya.(*)
.png)