KETIK, SURABAYA – Agustus memang tinggal menghitung hari lagi, namun suasana kemerdekaan masih terasa hingga penghujung bulan. Semangat kemerdekaan itu dapat dirasakan di Rumah Anak Prestasi (RAP) Sonokwijenan, Surabaya.
Di RAP Sonokwijenan itu puluhan anak disabilitas tampak tenggelam mengikuti lomba memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), bersama orang tua.
Sejumlah kegiatan lomba telah dipersiapkan untuk anak-anak disabilitas ini, seperti lomba makan donat, lomba memindahkan gelas, permainan kata dan lain sebagainya.
Salah satu lomba yang seru, memakan donat. Para peserta anak-anak disabilitas ini dengan semangat melahap donat dari LaRitta, mereka bahkan berulang kali minum untuk melancarkan kerongkongan dari donat. Supaya donat cepat habis dan keluar sebagai juara.
Koordinator RAP Sonokwijenan, Asmadun mengatakan, lomba itu menjadi pengalaman yang menyenangkan terhadap anak-anak. Menurutnya kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk membangun kekompakan bersama-sama hingga orang tua.
"Anak-anak sangat antusias mengikuti lomba. Tampak mereka sangat bahagia," katanya pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia berharap ke depannya, kegiatan seperti ini bisa terus diadakan di RAP. Namun tidak hanya di Sonokwijenan saja, melainkan dapat rata ke seluruh RAP di Surabaya.
"Karena di Surabaya itu ada empat RAP. Ada di wilayah Surabaya Selatan, Timur, Utara dan Barat. Harapannya bisa digelar di empat RAP tersebut. Jadi tidak ada kecemburuan dan semua anak bisa merasakan kegembiraan yang sama," jelasnya.
Asmadun menjelaskan, lomba memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di RAP Sonokwijenan pesertanya datang dari ketiga RAP di Surabaya.
Sedangkan RAP Sonokwijenan sendiri memiliki 400 anak disabilitas. Di sana, mereka mendapatkan sejumlah keterampilan dan terapi, seperti terapi wicara, terapi okupasi perilaku, fisioterapi hingga refleksi.
"Setiap hari anak-anak mendapatkan pelatihan selama sekitar dua jam. Harapannya dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak sesuai dengan potensi masing-masing," ungkapnya.
Terpisah, penyelenggara LaRitta Masuk Kampung, Muhammad Fariz Rizal menjelaskan, kegiatan ini berawal dari pendaftaran yang dibuka secara umum di media sosial.
Hasilnya, sekitar 500 tempat yang mendaftar di seluruh Indonesia, RAP Sonokwijenan menjadi salah satu lokasi yang terpilih. Fariz, sapaan akrabnya mengatakan, lokasi ini dipilih karena memiliki keunikan dari segi emosional.
"Tempat ini unik karena sebagian besar yang mendaftar adalah kampung. Dan terbukti ketika digelar di sini acaranya berlangsung seru. Semua peserta terlibat, walaupun ada perbedaan usia pada setiap anak spesial ini, mereka merasa semua seumuran," katanya.
Lomba merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RAP Sonokwijenan diikuti sekitar 82 peserta. (*)
.png)