KETIK, JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (PB IKA BEM) Nusantara menargetkan pembentukan kepengurusan di 38 provinsi di Indonesia. Organisasi tersebut menyiapkan langkah ini untuk memperkuat konsolidasi nasional sekaligus memperluas jangkauan advokasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara, Tomy Siswanto, menyampaikan target tersebut dalam rangkaian seminar nasional, peringatan Milad ke-1, dan rapat kerja (raker) di Gedung DPP KNPI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut Tomy, peringatan satu tahun organisasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan strategi pengembangan organisasi ke depan. Melalui rapat kerja, pengurus juga membahas penguatan koordinasi dan peningkatan efektivitas operasional agar program kerja berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.
Dalam agenda tersebut, PB IKA BEM Nusantara turut membacakan rekomendasi mengenai dua tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Rekomendasi ini menjadi bagian dari kontribusi organisasi dalam menyampaikan pandangan terhadap arah kebijakan pemerintah dan pelaksanaan program pembangunan nasional", kata Tomy Siswanto dalam sambutannya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menegaskan, organisasi yang menghimpun alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tersebut harus mampu menerjemahkan gagasan menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tomy menyebut advokasi terhadap petani menjadi salah satu capaian PB IKA BEM Nusantara selama setahun terakhir. Organisasi itu membantu memperjuangkan akses petani untuk mendapatkan bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian.
"Selama satu tahun perjalanan organisasi, salah satu capaian PB IKA BEM Nusantara adalah melakukan advokasi bagi masyarakat, khususnya para petani, untuk memperoleh bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian", ungkap Tomy.
Ia menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari kontribusi organisasi dalam memperjuangkan dukungan sarana pertanian bagi masyarakat. Akses terhadap alat pertanian diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat sektor pertanian nasional.
Capaian tersebut menjadi modal bagi PB IKA BEM Nusantara untuk mengembangkan program kerja pada periode berikutnya. Organisasi juga berupaya memperkuat koordinasi antarpengurus agar pelaksanaan program semakin efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Tomy mengatakan, perluasan struktur kepengurusan menjadi salah satu agenda yang akan ditindaklanjuti setelah rangkaian kegiatan Milad ke-1 dan rapat kerja.
"Setelah kegiatan ini, PB IKA BEM Nusantara menargetkan perluasan struktur organisasi melalui pelantikan pengurus di 38 provinsi di Indonesia", jelas Tomy Siswanto.
Perluasan kepengurusan tersebut diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat nasional. Dengan jaringan yang lebih luas, PB IKA BEM Nusantara juga ingin meningkatkan peran advokasi dan pengabdian masyarakat di berbagai daerah.
Melalui seminar nasional, peringatan Milad ke-1, dan rapat kerja, PB IKA BEM Nusantara menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang solid dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
Organisasi ini juga mendorong alumni BEM mengambil peran lebih aktif sebagai kekuatan intelektual dan sosial, antara lain dengan menyampaikan gagasan, mengawal kebijakan publik, serta mendorong solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. (*)
