Ganjar Pranowo Panen Padi MSP 65 di Jombang, Diklaim Hasilkan 10 Ton per Hektare

17 September 2026 13:22 17 Sep 2026 13:22

Syaiful Arif, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ganjar Pranowo Panen Padi MSP 65 di Jombang, Diklaim Hasilkan 10 Ton per Hektare

Ganjar Pranowo (kedua kanan) Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati (tengah) saat menghadiri panen raya di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 17 September 2026. (Foto: Syaiful Arif/ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Produktivitas benih padi unggul menjadi perhatian Ganjar Pranowo saat menghadiri panen raya di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 17 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ganjar memanen padi dari lahan seluas 1 hektare yang diklaim mampu menghasilkan sekitar 10 ton gabah. Hasil panen ini menjadi sorotan karena produktivitasnya disebut lebih tinggi dibandingkan hasil panen padi pada umumnya.

Benih yang digunakan dalam panen tersebut bukan varietas komersial biasa. Padi itu berasal dari benih MSP 65 atau Mari Sejahterakan Petani, hasil pengembangan kader PDI Perjuangan asal Lampung, Surono Danu.

Ganjar yang menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah itu hadir bersama sejumlah pengurus partai, di antaranya Tri Rismaharini, Sadarestuwati, Sri Rahayu, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.

Ganjar Dorong Pengujian Benih MSP Secara Berkelanjutan

Ganjar mengatakan, hasil panen benih MSP di Jombang menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Pagi ini kita panen raya benih MSP (Mari Sejahterakan Petani). Ini temuan dari Mbah Rono dari Lampung dan sebenarnya sudah lama sekali. Variannya cukup banyak, tapi kalau kemudian tadi kira-kira rata-rata bisa 10 ton, menurut saya itu sudah surprise, luar biasa,” kata Ganjar kepada wartawan di lokasi.

Menurutnya, potensi benih tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan konsistensi hasil panen. Ganjar menekankan pentingnya pencatatan selama proses budidaya, mulai dari kondisi tanah, pemupukan, hingga perawatan tanaman.

Ia meminta agar hasil uji coba benih MSP didokumentasikan melalui catatan pertanian atau logbook.

“Apakah kira-kira tiga sampai empat kali panen bisa konsisten? Kalau itu konsisten, fix, maka kita sebarkan,” ujarnya.

Ganjar menambahkan, penyebaran benih ke berbagai daerah perlu dilakukan setelah produktivitasnya terbukti konsisten melalui serangkaian pengujian.

Selain peningkatan produksi, Ganjar mengaitkan pengembangan benih MSP dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan iklim.

Ia mendorong kepala daerah dan anggota DPRD dari PDI Perjuangan untuk mendukung program penanaman padi bersama masyarakat.

“Ini hanya salah satu ikhtiar yang kita lakukan. PDI Perjuangan memerintahkan kepala daerahnya, DPRD-nya untuk support strukturalnya. Menanam bersama masyarakat agar kita punya ketahanan pangan untuk diri kita sendiri,” katanya.

Ganjar menyebut uji coba benih MSP telah dilakukan di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa. Ke depan, benih tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih luas apabila hasil pengujiannya menunjukkan produktivitas yang stabil. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ganjar Pranowo PDIP ketahanan pangan Panen padi Msp 65